Senin, 23 Oktober 2017

Anatomy of Nervous System of Human

ANATOMY OF NERVOUS SYSTEM OF HUMAN

BASIC CONCEPT

Neuron mengonduksi impuls elektrik antara SSP dan SST. Terdiri dari badan sel yang memproses sinyal neuron. Kumpulan badan sel di SSP dinamakan nukleus, sementara di SST dinamakan ganglion. Kumpulan akson di SSP dinamakan traktus (ini merupakan sebab penamaan traktus piramidalis yang terdiri dari korteks serebri sampai medulla spinalis), sementara di SST dinamakan nervus. Dendrit merupakan struktur yang menerima rangsangan dari akson terminal. Sel neuroglia merupakan sel yang melindungi dan membantu neuron. SSP terdiri dari substansia alba (kumpulan traktus pada SSP) dan substantia gratia (kumpulan ganglion pada SSP). Pada otak dan batang otak, substantia alba berada di dalam dan gratia di luar, sementara susunan pada medulla spinalis merupakan kebalikannya. Fungsi utamanya adalah untuk homeostasis (sebagai peregulasi sistem metabolisme, suhu, cairan, dan sebagainya) dan untuk kepentingan aktivitas sehari-hari

SEREBRUM

Merupakan bagian terbesar dari otak yang terletak pada fossa cranii anterior dan medialis. Serebrum dibagi menjadi telencephalon (inggris tele: jauh, merupakan bagian terdepan dan paling berkembang dari otak manusia) yang membentuk hemisfere serebri dan diencephalon (inggris di: melewati, yaitu bagian yang paling belakang dan kaudal dari otak) yang membentuk bagian utama dari serebrum. Substantia grisea merupakan bagian dari korteks serebri dan nukleus basalis. Substantia alba merupakan bagian yang membentuk serabut komisura (struktur yang menyatukan hemisfer kanan dan kiri), serabut asosiasi (yang menyambungkan beberapa bagian kortikal), dan serabut proyeksi (yang menyatukan korteks dan bagian di bawahnya).

BASIC STRUCTURE OF HEMISPHERE CEREBRII

Terdiri dari girus (yunani guros: cincin, latin cincin: orb), sulcus (latin sulcus: lekukan), dan fissura (latin findere: membelah, lebih curam daripada sulcus). Cerebri terbagi atas lobus frontal (berguna untuk fungsi kognisi, kegiatan motor, pengontrol emosi, dan keluaran kata), pariteal (sebagai pengatur sensasi dan persepsi spasial, terutama pada hemisfer yang nondominan), temporalis (berfungsi sebagai ingatan, memori, dan komprenhensi pembicaraan, terutama pada hemisfer dominan), dan oksipitalis (mengatur persepsi visual).

LOBUS FRONTALIS

Sebagai area motoris primer (area broadman betz 4, terdapat juga pada traktus piramidalis) di gyrus presentalis, sebagai area motorik sekunder (broadman 6, sebagian area 8, 4 & 45), dan area bicara motorik (output kata-kata) broca

LOBUS PARIETALIS

Sebagai area sensoris dan persepsi spasial (area broadman 3,1,2 di gyrus postcentralis dan area broadman 5&7)

LOBUS OKSIPITALIS

Area visual primer dan sekunder

LOBUS TEMPORALIS

Merupakan area auditoris primer dan sekunder dan area bicara sensoris wernicke (merupakan area yang dapat mengatur alur pembicaraan).

KORTEKS SEREBRI

Merupakan area yang dapat membedakan dan menghubungkan informasi yang diterima dengan memori masa lalu dan menanggapinya dengan cara diterima, disimpan, atau diubah menjadi aksi.

SUBKORTEKS: BAGIAN DALAM DAN DIENSEFALON

(diensefalon merupakan bagian yang terdapat paling kaudal (inferioposterior). Di atas disebutkan bahwa bagian dalam ini yang terdiri dari commisural, association, dan projection pathway merupakan bagian dari substansia alba (substansia alba merupakan bagian yang terdiri dari banyak serabut saraf/traktus)) terdiri dari jalur komisural yang menghubungkan antarhemisfer, asosiasi yang menghubungkan antara bagian dalam otak dengan bagian dalam yang lainnya, dan proyeksi yang menghubungkan korteks dengan bagian bawahnya. Grey matter pada otak terdapat di luar, sedangkan white matter terdapat di dalam.

BAGIAN DALAM HEMISFER TERDAPAT:

Ganglia basalis yang merupakan substansia grisea di dalam hemisfer (substansia grisea merupakan badan sel di otak, grey matter) yang terdiri dari corpus striatum (latin striatus: lekuk bekas tergores) yang memiliki nucleus caudatus (latin nucleus: bagian dalam) dan nucleus letiformis yang terdiri dari globus pallidus (latin globus pallidus: bola yang pucat) dan putamen (latin putamen: kulit kacang), nucleus amigdala, dan claustrum.

Ganglia basalis berperan dalam pengendalian postur dan gerakan volunter (cerebellum juga melakuakan gerakan volunter yang halus), aktivitasnya diinisiasi oleh informasi dari korteks area premotorik dan motorik suplementer, konteks sensoris primer, talamus, dan batang otak, dan aliran keluarnya memengaruhi area motorik korteks serebri (frontalis) atau pusat lain di batang otak dan tidak ada kontrol langsung jaras desenden (turun) ke batang otak atau medulla spinalis

DIENSEFALON

(merupakan bagian paling kaudal dari otak dan inferior) merupakan inti cerebri sentralis, dan struktur yang terletak di bidang sagitalis. Diensefalon terdiri dari talamus (yang berfungsi untuk menyambungkan sinyal motoris dan sensoris ke korteks serebral), subtalamus (terletak di sebelah ventral dari talamus), epitalamus (yang berfungsi menghubungkan sistem limbik ke bagian lain otak), dan hipotalamus (yang memiliki banyak fungsi fisiologis endokrinalis).

TALAMUS

Merupakan substansia grisea diensefalon yang membentuk bagian utamanya (substansia grisea (grey matter) merupakan badan sel yang menjadi bagian terluar otak dan diensefalon). Talamus mengintegrasikan berbagai informasi ke korteks serebri dan regio subkortikal (serebelum, ganglia basalis, dan talamus), penting sebagai pusat penghantar sensor dan motor yang melibatkan serebelum dan nuklei basalis (kata nuklei merupakan bentuk jamak dari nukleus, kumpulan badan sel pada SSP, kata ini dipilih atas ganglion disebabkan penggunaannya yang lebih cocok, ganglion merupakna kumpulan badan sel pada SST), pusat seluruh sistem sensoris utama (kecuali olfaktorius, N.I merupakan nervus sensoris untuk penciuman), mengintegrasikan informasi viseral dan somatis (informasi viseral merupakan informasi yang mencakup ANS, sedangkan informasi somatis merupakan informasi yang melibatkan saraf sadar), menghantarkan sensasi umum ke kesadaran (sensasi merupakan kerja lobus parietalis pada otak), dan menentukan irama emosional, dan mekanisme memori yang baru (diketahui bahwa talamus merupakan bagian medial dari lobus temporal otak yang bertanggung jawab terhadap memori yang dikenal dengan sistem limbik).

HIPOTALAMUS

Merupakan area yang kecil yang terletak dekat dengan talamus, dinding lateral ventrikel ketiga, sistem limbik (sistem yang berhubungan dengan insting dan mood), traktus ascendence , descendence, dan hipofisis. Struktur ini berhubungan dengan hipofisis melalui dua jaras: serabut saraf dan vaskuler (hipofisis merupakan kelenjar yang di dalamnya banyak dijumpai berbagai macam hormon yang berhubungan dengan sistem vegetatif dan seksual). Hipotalamus merupakan pusat sistem saraf otonom (saraf viseralis eferen, yang terdiri dari sistem saraf simpatis dan parasimpatis) dan sistem endokrin, hal ini membuatnya menjadi pusat pengendalian homeostasis tubuh (hal ini logis disebabkan oleh otomatisasi ANS yang membuatnya menjadi pusat homeostasis yang bekerja juga secara otomatis. Hal ini merupakan salah satu tema besar fisiologi yang disebut dengan umpan balik negatif (negative feedback). Sinyal yang mengaktifkan hipotalamus dihasilkan oleh sistem endokrin, sedangkan umpan baliknya oleh sistem saraf otonom. Aspek homeostasis yang diatur di hipotalamus adalah pengaturan suhu, cairan tubuh, rasa lapar dan haus, perilaku seksual, dan perilaku/emosi (merupakan keluaran sistem endokrin)).

SISTEM LIMBIK DAN FORMATIO RETICULARIS

SISTEM LIMBIK

Merupakan sekelompok struktur yang terletak di antara korteks serebri dan hipotalamus. Sistem ini terdiri atas hippokampus (yunani hippos: horse dan kampos: monster laut, kuda laut), amigdala (yunani, kacang almond), nukleus talamikus anterior, dan korteks limbik (latin cortex: bark (bark dapat berarti kulit kayu, lebih tepatnya lapisan terluar yang melapisi suatu organ atau struktur)). Sistem ini berhubungan dengan sensasi emosi serta respons viseral yang menyertai emosi tersebut (berbeda dengan hipotalamus (yang tidak termasuk sistem limbik) yang bekerja didasari oleh endokrin, sistem ini didasari oleh sistem kompleks saraf).

FORMATIO RETICULARIS

Membentuk jaringan (reticular, latin rete: jaring) yang membentang ke atas sepanjang sumbu CNS (CNS terdiri dari otak dan medula spinalis) dari medulla spinalis, batang otak, subtalamus, hipotalamus, talamus, serebrum. Sistem ini menerima input dari seluruh sistem sensoris (tugas ini dijalankan karena terdapat traktus yang merupakan kumpulan serabut saraf). Sistem ini memiliki serabut-serabut eferen (keluar) yang memengaruhi kerja saraf pada tingkat SSP (perhatikan bahwa hipotalamus yang berguna untuk mengendalikan emosi dan ANS tergabung dalam sistem ini, perhatikan juga bahwa sistem limbik tidak termasuk), berguna untuk mengendalikan otot rangka (unsur yang dikendalikan berupa tonus dan refleks yang merupakan sistem somatis SST), pengendalian sensasi somatik dan viseral (termasuk ke dalam SST), pengendalian susunan saraf otonom dan endokrin (perhatikan fungsi struktur hipotalamus), dan sistem aktifasi retukular untuk kesadaran (perhatikan bahwa sistem ini bukan mengatur perihal rangsang aferen atau respons eferen, tetapi keduanya). Formatio retikularis ini membangkitkan kesadaran dengan adanya impuls yang diterima organ reseptor (yang dilanjutkan oleh sistem aferen).

SEREBELUM

Memiliki substansia grisea di luar (yang berisi kumpulan badan saraf), dan substansia alba di dalam (yang berisi kumpulan serabut saraf), terletak di fossa cranii posterior (arah kaudal, tetapi bukan yang paling kaudal), berhubungan dengan tentorium serebeli (latin tentorium: tenda) di superior, berhubungan dengan batang otak melalui pedunculus sereberalis (pedunculus memiliki arti cabang. Perhatikan beda antara pedunculus dengan batang otak itu sendiri), dan terletak posterior terhadap ventrikel keempat, pons, dan medulla oblongata (urutan batang otak: mesensefalon, pons, medula oblongata, dan medula spinalis).

FUNGSI SEREBELUM


Sebagai pengintegrasi informasi aferen yang datang dari berbagai sumber, kordinasi gerakan volunter, dan menerima informasi mengenai keseimbangan dari N.VIII (N.VIII merupakan saraf kranialis yang mengatur keseimbangan dan saraf sensoris pendengaran). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar