ANATOMY OF NERVOUS
SYSTEM OF HUMAN
BASIC CONCEPT
Neuron mengonduksi impuls elektrik antara SSP dan SST.
Terdiri dari badan sel yang memproses sinyal neuron. Kumpulan badan sel di SSP
dinamakan nukleus, sementara di SST dinamakan ganglion. Kumpulan akson di SSP
dinamakan traktus (ini merupakan sebab penamaan traktus piramidalis yang
terdiri dari korteks serebri sampai medulla spinalis), sementara di SST
dinamakan nervus. Dendrit merupakan struktur yang menerima rangsangan dari
akson terminal. Sel neuroglia merupakan sel yang melindungi dan membantu
neuron. SSP terdiri dari substansia alba (kumpulan traktus pada SSP) dan substantia
gratia (kumpulan ganglion pada SSP). Pada otak dan batang otak, substantia alba
berada di dalam dan gratia di luar, sementara susunan pada medulla spinalis
merupakan kebalikannya. Fungsi utamanya adalah untuk homeostasis (sebagai
peregulasi sistem metabolisme, suhu, cairan, dan sebagainya) dan untuk
kepentingan aktivitas sehari-hari
SEREBRUM
Merupakan bagian terbesar dari otak yang terletak pada fossa
cranii anterior dan medialis. Serebrum dibagi menjadi telencephalon (inggris
tele: jauh, merupakan bagian terdepan dan paling berkembang dari otak manusia)
yang membentuk hemisfere serebri dan diencephalon (inggris di: melewati, yaitu
bagian yang paling belakang dan kaudal dari otak) yang membentuk bagian utama
dari serebrum. Substantia grisea merupakan bagian dari korteks serebri dan
nukleus basalis. Substantia alba merupakan bagian yang membentuk serabut
komisura (struktur yang menyatukan hemisfer kanan dan kiri), serabut asosiasi
(yang menyambungkan beberapa bagian kortikal), dan serabut proyeksi (yang
menyatukan korteks dan bagian di bawahnya).
BASIC STRUCTURE OF HEMISPHERE CEREBRII
Terdiri dari girus (yunani guros: cincin, latin cincin:
orb), sulcus (latin sulcus: lekukan), dan fissura (latin findere: membelah,
lebih curam daripada sulcus). Cerebri terbagi atas lobus frontal (berguna untuk
fungsi kognisi, kegiatan motor, pengontrol emosi, dan keluaran kata), pariteal
(sebagai pengatur sensasi dan persepsi spasial, terutama pada hemisfer yang
nondominan), temporalis (berfungsi sebagai ingatan, memori, dan komprenhensi
pembicaraan, terutama pada hemisfer dominan), dan oksipitalis (mengatur
persepsi visual).
LOBUS FRONTALIS
Sebagai area motoris primer (area broadman betz 4, terdapat
juga pada traktus piramidalis) di gyrus presentalis, sebagai area motorik
sekunder (broadman 6, sebagian area 8, 4 & 45), dan area bicara motorik
(output kata-kata) broca
LOBUS PARIETALIS
Sebagai area sensoris dan persepsi spasial (area broadman
3,1,2 di gyrus postcentralis dan area broadman 5&7)
LOBUS OKSIPITALIS
Area visual primer dan sekunder
LOBUS TEMPORALIS
Merupakan area auditoris primer dan sekunder dan area bicara
sensoris wernicke (merupakan area yang dapat mengatur alur pembicaraan).
KORTEKS SEREBRI
Merupakan area yang dapat membedakan dan menghubungkan
informasi yang diterima dengan memori masa lalu dan menanggapinya dengan cara
diterima, disimpan, atau diubah menjadi aksi.
SUBKORTEKS: BAGIAN DALAM DAN DIENSEFALON
(diensefalon merupakan bagian yang terdapat paling kaudal (inferioposterior).
Di atas disebutkan bahwa bagian dalam ini yang terdiri dari commisural,
association, dan projection pathway merupakan bagian dari substansia alba (substansia
alba merupakan bagian yang terdiri dari banyak serabut saraf/traktus)) terdiri
dari jalur komisural yang menghubungkan antarhemisfer, asosiasi yang
menghubungkan antara bagian dalam otak dengan bagian dalam yang lainnya, dan
proyeksi yang menghubungkan korteks dengan bagian bawahnya. Grey matter pada
otak terdapat di luar, sedangkan white matter terdapat di dalam.
BAGIAN DALAM HEMISFER TERDAPAT:
Ganglia basalis yang merupakan substansia grisea di dalam
hemisfer (substansia grisea merupakan badan sel di otak, grey matter) yang
terdiri dari corpus striatum (latin striatus: lekuk bekas tergores) yang
memiliki nucleus caudatus (latin nucleus: bagian dalam) dan nucleus letiformis
yang terdiri dari globus pallidus (latin globus pallidus: bola yang pucat) dan
putamen (latin putamen: kulit kacang), nucleus amigdala, dan claustrum.
Ganglia basalis berperan dalam pengendalian postur dan
gerakan volunter (cerebellum juga melakuakan gerakan volunter yang halus),
aktivitasnya diinisiasi oleh informasi dari korteks area premotorik dan motorik
suplementer, konteks sensoris primer, talamus, dan batang otak, dan aliran
keluarnya memengaruhi area motorik korteks serebri (frontalis) atau pusat lain
di batang otak dan tidak ada kontrol langsung jaras desenden (turun) ke batang
otak atau medulla spinalis
DIENSEFALON
(merupakan bagian paling kaudal dari otak dan inferior)
merupakan inti cerebri sentralis, dan struktur yang terletak di bidang
sagitalis. Diensefalon terdiri dari talamus (yang berfungsi untuk menyambungkan
sinyal motoris dan sensoris ke korteks serebral), subtalamus (terletak di
sebelah ventral dari talamus), epitalamus (yang berfungsi menghubungkan sistem
limbik ke bagian lain otak), dan hipotalamus (yang memiliki banyak fungsi
fisiologis endokrinalis).
TALAMUS
Merupakan substansia grisea diensefalon yang membentuk
bagian utamanya (substansia grisea (grey matter) merupakan badan sel yang
menjadi bagian terluar otak dan diensefalon). Talamus mengintegrasikan berbagai
informasi ke korteks serebri dan regio subkortikal (serebelum, ganglia basalis,
dan talamus), penting sebagai pusat penghantar sensor dan motor yang melibatkan
serebelum dan nuklei basalis (kata nuklei merupakan bentuk jamak dari nukleus,
kumpulan badan sel pada SSP, kata ini dipilih atas ganglion disebabkan penggunaannya
yang lebih cocok, ganglion merupakna kumpulan badan sel pada SST), pusat
seluruh sistem sensoris utama (kecuali olfaktorius, N.I merupakan nervus
sensoris untuk penciuman), mengintegrasikan informasi viseral dan somatis (informasi
viseral merupakan informasi yang mencakup ANS, sedangkan informasi somatis
merupakan informasi yang melibatkan saraf sadar), menghantarkan sensasi umum ke
kesadaran (sensasi merupakan kerja lobus parietalis pada otak), dan menentukan
irama emosional, dan mekanisme memori yang baru (diketahui bahwa talamus merupakan
bagian medial dari lobus temporal otak yang bertanggung jawab terhadap memori
yang dikenal dengan sistem limbik).
HIPOTALAMUS
Merupakan area yang kecil yang terletak dekat dengan talamus,
dinding lateral ventrikel ketiga, sistem limbik (sistem yang berhubungan dengan
insting dan mood), traktus ascendence , descendence, dan hipofisis. Struktur ini
berhubungan dengan hipofisis melalui dua jaras: serabut saraf dan vaskuler (hipofisis
merupakan kelenjar yang di dalamnya banyak dijumpai berbagai macam hormon yang
berhubungan dengan sistem vegetatif dan seksual). Hipotalamus merupakan pusat
sistem saraf otonom (saraf viseralis eferen, yang terdiri dari sistem saraf
simpatis dan parasimpatis) dan sistem endokrin, hal ini membuatnya menjadi
pusat pengendalian homeostasis tubuh (hal ini logis disebabkan oleh otomatisasi
ANS yang membuatnya menjadi pusat homeostasis yang bekerja juga secara
otomatis. Hal ini merupakan salah satu tema besar fisiologi yang disebut dengan
umpan balik negatif (negative feedback). Sinyal yang mengaktifkan hipotalamus
dihasilkan oleh sistem endokrin, sedangkan umpan baliknya oleh sistem saraf
otonom. Aspek homeostasis yang diatur di hipotalamus adalah pengaturan suhu,
cairan tubuh, rasa lapar dan haus, perilaku seksual, dan perilaku/emosi (merupakan
keluaran sistem endokrin)).
SISTEM LIMBIK DAN FORMATIO RETICULARIS
SISTEM LIMBIK
Merupakan sekelompok struktur yang terletak di antara
korteks serebri dan hipotalamus. Sistem ini terdiri atas hippokampus (yunani
hippos: horse dan kampos: monster laut, kuda laut), amigdala (yunani, kacang
almond), nukleus talamikus anterior, dan korteks limbik (latin cortex: bark (bark
dapat berarti kulit kayu, lebih tepatnya lapisan terluar yang melapisi suatu
organ atau struktur)). Sistem ini berhubungan dengan sensasi emosi serta
respons viseral yang menyertai emosi tersebut (berbeda dengan hipotalamus (yang
tidak termasuk sistem limbik) yang bekerja didasari oleh endokrin, sistem ini
didasari oleh sistem kompleks saraf).
FORMATIO RETICULARIS
Membentuk jaringan (reticular, latin rete: jaring) yang
membentang ke atas sepanjang sumbu CNS (CNS terdiri dari otak dan medula
spinalis) dari medulla spinalis, batang otak, subtalamus, hipotalamus, talamus,
serebrum. Sistem ini menerima input dari seluruh sistem sensoris (tugas ini
dijalankan karena terdapat traktus yang merupakan kumpulan serabut saraf). Sistem
ini memiliki serabut-serabut eferen (keluar) yang memengaruhi kerja saraf pada
tingkat SSP (perhatikan bahwa hipotalamus yang berguna untuk mengendalikan emosi
dan ANS tergabung dalam sistem ini, perhatikan juga bahwa sistem limbik tidak
termasuk), berguna untuk mengendalikan otot rangka (unsur yang dikendalikan
berupa tonus dan refleks yang merupakan sistem somatis SST), pengendalian
sensasi somatik dan viseral (termasuk ke dalam SST), pengendalian susunan saraf
otonom dan endokrin (perhatikan fungsi struktur hipotalamus), dan sistem aktifasi
retukular untuk kesadaran (perhatikan bahwa sistem ini bukan mengatur perihal
rangsang aferen atau respons eferen, tetapi keduanya). Formatio retikularis ini
membangkitkan kesadaran dengan adanya impuls yang diterima organ reseptor (yang
dilanjutkan oleh sistem aferen).
SEREBELUM
Memiliki substansia grisea di luar (yang berisi kumpulan
badan saraf), dan substansia alba di dalam (yang berisi kumpulan serabut saraf),
terletak di fossa cranii posterior (arah kaudal, tetapi bukan yang paling
kaudal), berhubungan dengan tentorium serebeli (latin tentorium: tenda) di superior,
berhubungan dengan batang otak melalui pedunculus sereberalis (pedunculus memiliki
arti cabang. Perhatikan beda antara pedunculus dengan batang otak itu sendiri),
dan terletak posterior terhadap ventrikel keempat, pons, dan medulla oblongata
(urutan batang otak: mesensefalon, pons, medula oblongata, dan medula spinalis).
FUNGSI SEREBELUM
Sebagai pengintegrasi informasi aferen yang datang dari
berbagai sumber, kordinasi gerakan volunter, dan menerima informasi mengenai
keseimbangan dari N.VIII (N.VIII merupakan saraf kranialis yang mengatur
keseimbangan dan saraf sensoris pendengaran).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar