(27/09/2017) setelah beberapa hari kemarin saya belajar
mengenai overview saraf, sekarang
saya masuk ke graded potential. Adapun
rangkuman dari hal yang telah saya pelajari: pada diagramnya, terdapat beberapa
istilah: polarisasi adalah perubahan membran potensial dari keadaan fisiologis
(-70 mV), depolarisasi adalah perubahan perbedaan listrik pada membran menjadi
lebih positif, yang berarti bahwa ICF lebibh negatif dan ECF menjadi lebih
positif, hiperpolarisasi merupakan kebalikan dari depolarisasi, sedangkan
repolarisasi adalah penurunan pada kurva depolarisasi, sehingga kembali ke
keadaan fisiologis.
Jawaban 4.1:
1. Two types of excitable tissues are nerve and
muscle tissues.
2. (tidak digambar) pada depolarisasi terjadi Na-
masuk ke dalam dan K- menuju ke luar membran sel yang menyebabkan, pada
repolarisasi ATP gated ion channel membuang Na+ yang masuk dan yang keluar sehingga terjadi keseimbangan
fisiologis kembali seperti semula, pada hiperpolarisasi ion akan menuju ke
tempatnya masing-masing sehingga beda potensial membran menjadi lebih negatif.
3. (kurang tahu karena saya melewati bab
sebelumnya)
Kali ini, saya diberikan kesempatan membaca graded
potensial. (graded potentials are local changes in membrane potential that
occur in varying grades or degrees of magnitude of strength) lihat keterangan
mengenai polarisasi. Graded potential adalah selisih angka yang menunjukkan
derajat perubahan potensial tersebut. Misal (membrane potential could change
from -70mV to -60mV (a 10 graded potential)).
Graded potential biasanya terjadi karena ada hal yang
mencetuskannya. Biasanya paling sering terjadi pada masuknya Na+ (yang berarti
bukan keduanya, Na+- dan K- yang masuk secara simultan) ke dalam sel membran
(biasanya Na+ berada pada luar membran). Hal ini bekerja pada bagian tertentu
pada membran sel yang dapat tereksitasi (Neuron dan muscle), bagian yang kecil.
Semakin besar pemicu, semakin besar pula graded potential
yang terjadi (hal ini logis karena graded potential pada grafiknya merupakan
potensi yang memiliki nilai/kuantitas, sehingga secara matematis dapat memiliki
besaran tertentu).
Ternyata, hubungan sebab akibatnya sebagai berikut: semakin
banyak pemicu terdapat, maka semakin banyak gerbang ion yang terbuka (hal ini
berimplikasi kepada sikap kita menerjemahkan diagram eksitasi sel: bahwa nilai
positif atau negatif pada diagram tersebut berarti perubahan secara kolektif
beda potensial pada keseluruhan membran) berimplikasi kepada banyaknya Na+ yang
masuk ke dalam sel. semakin banyak ion positif (perhatikan penggunaan kata ion)
masuk ke dalam, maka semakin positif pula ICF (yang berarti juga bahwa
perhitungan yang dilakukan untuk menentukan grafik beda potensial berfokus
kepada ICF, hal ini harus dibuktikan dengan melihat cara perhitungan beda
potensial, yang berada di luar cakupan tulisan ini).
Durasi graded
potential tergantung kepada lamanya triggering event (lamanya pemicu memacunya),
yang berarti tergantung kepada lamanya ion channel terbuka sehingga ion dapat
keluar atau masuk.
GRADED POTENTIALS SPREAD BY PASSIVE CURRENT FLOW
Ketika graded potential terjadi pada bagian tertentu pada
sel (bagian kecil, baca tulisan di atas), bagian sel lain pada membran (saraf
atau otot) tetap dalam keadaan istirahat (perbedaan potensialnya -70mV, baca
atas). Perbedaan potensial setempat dibanding daerah lain pada membran sel
membuat listrik (yang dibawa oleh ion) mengalir secara pasif. Hal ini dinamakan
current (latin currere: berlari). Dua kalimat di atas menyiratkan bahwa secara
logika, arah current adalah arah ion positif yang mengalir (arah ion Na+ dalam
kasus ini dilihat dari dalam sel). Kita harus mengingat bahwa dalam konsep ini,
ion channel tetap hanya terbuka beberapa bagian. Terbukanya satu ion channel
tidak membuka ion channel lainnya. Hal ini berarti ion positif (Na+ dalam kasus
ini) mengalir di ICF ke bagian yang masih negatif (lebih negatif). Analoginya
seperti mengalirkan air ke dalam lubang pipa, pipa yang kosong akan terisi oleh
air setelah air masuk lubang. Dilihat dari ECF, ion positif mengalir ke ion
channel yang sedang terbuka (ingat analogi air).
Aliran ion positif (Na+) ke tempat yang masih negatif (ingat
analogi air) membuat membran menjadi lebih positif di dalam dan lebih negatif
di luar (lebih negatif di luar karena ion positif cenderung mengisi lubang air
(ion channel) dan meninggalkan bagian luar menjadi lebih negatif, meskipun pada
ECF masih ada ion Na+ yang lain).
Sekarang, penulis (sherwood) menjelaskan tentang mengapa
current tidak mengalir melalui membran plasma dengan konsep resistance
(resistensi). Terdapat dua jenis penghantar listrik: konduktor dan isolator.
Jika konduktor mengalirkan listrik dengan baik, maka isolator tidak dapat
mengalirkan listrik sebik konduktor. ICF dan ECF merupakan konduktor yang baik,
sedangkan lemak merupakan isolator yang baik (konduktor yang buruk). Hal ini
berimplikasi kepada tidak mengalirnya listrik (yang berupa ion) melalui lipid bilayer,
tetapi hanya melalui ion channel.
GRADED POTENTIALS DIE OUT OVER SHORT DISTANCES
Ternyata, ketika Na+ masuk ke luar sel, k+ memiliki
kesempatan untuk keluar sel. hal ini terjadi karena terjadi perbedaan gradien
elektrokimia antara ICF dan ECF (perhatikan bahwa keduanya, Na+ dan K+ adalah
ion positif. Dan perhatikan juga bahwa ion channel bersifat khusus untuk satu
jenis ion, membuat hanya salah satunya dapat masuk atau keluar dalam satu waktu
tertentu). Ion channel untuk K+ terbuka pada beberapa titik di membran sel.
dikatakan bahwa terbukanya ion channel K+ sebagai daerah yang tidak terdapat
isolator. hal ini menyebabkan perbedaan graded potential antara pusat current
dengan daerah sekitarnya, yang di dalamnya ion channel K+ membuka. Secara
logika, dapat disimpulkan bahwa terdapat batas daerah graded potential, tempat
graded potential berakhir setelah berkurang secara berkala. Batas daerah graded
potential ini bersifat sangat sempit (kurang dari 1 mm). Hal ini dan keterangan
tentang durasi (baca atas)menandakan jika graded potential adalah sebuah sinyal
yang mengaktifkan sinyal berikutnya (akan dijelaskan berikutnya), maka sifatnya
hanya sementara dan berlaku pada daerah yang sempit (kurang dari 1 mm).
Di akhir bagian ini (graded potential), penulis menuliskan
bahwa walaupun graded potential memiliki durasi dan batas wilayah tertentu,
graded potential banyak ditemukan pada sel.
Jawaban pertanyaan 4.2:
1.
Waktu dan kekuatan graded potential berbeda
dengan pemicu (graded potential mungkin memiliki durasi yang lebih panjang
daripada pemicu, dapat dilihat dari current yang mengalir mungkin membutuhkan
waktu untuk berakhir, menyingkirkan pernyataan di atas (baca tulisan di atas)
bahwa graded potential berlangsung sesuai dengan lamanya trigerring event) disebabkan
oleh current yang membutuhkan waktu untuk berakhir (menurut durasi) dan
memiliki perbedaan potensial pada beberapa bagian membran (dalam hal kekuatan),
hal ini disebabkan oleh current yang mengalir dan berkurang seiring bertemunya
graded potential dengan ion channel k+ yang mengeliminasi ion dan membuang
current ke ECF.
2. Kenaikan perbedaan potensial membuat adanya
current yang mengalir ke bagian membran yang masih istirahat, sedangkan
perbedaan resistensi dapat membuat perbedaan graded potensial dalam hal tempat
current diizinkan lewat atau tidak.
3. Karena graded potential akan tereliminasi oleh
adanya lubang-lubang ion channel K+ yang membuat potensial membran menjadi
lebih negatif di ICF dan positif di ECF.
ACTION POTENTIAL
Potensial aksi merupakan potensial yang bersifat terbatas
(seperti graded potential), mendadak, tidak decremental (turun perlahan seperti
graded potensial) dan dapat dikonduksi melalui membran sel. oleh karena itu,
aksi potensial berfungsi sebagai sinyal jarak jauh pada sel tereksitasi (otot
dan neuron).
Contohnya jika anda ingin menggerakkan ibu jari kaki.
Perintah dikirim dari otak menuju sumsum tulang belakang melalui aksi
potensial. sinyal tersebut tidak berkurang sampai ke otot ibu jari kaki yang
dgerakkan.
DURING AN ACTION POTENTIAL, THE MEMBRANE POTENTIAL RAPIDLY,
TRANSIENTLY REVERSES.
Graded potential dapat mencetuskan potensial aksi jika
memenuhi ambang yang ditentukan. Yang berarti jika potensial membran harus
terdepolarisasi untuk mencetuskan potensial aksi. Graded potensial memiliki
daerah sendiri yang di sana dapat dicetuskan, begitu juga potensial aksi.
Daerah khusus graded potential tersebut jika terdepolarisasi dapat mencetuskan
daerah khusus potensial aksi yang juga telah disebutkan.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, aksi potensial
memliliki treshold tertentu. Setelah mencapai treshold (inggris: ambang)
tersebut, akan terjadi depolarisasi secara eksplosif yang naik dengan tajam
(berbeda jika dibandingkan dengan graded potential yang naik perlahan.
Pengamatan dilakukan melihat beda potensial di dalam sel). setelah kenaikan
tersebut, terkadang potensial akan turun dan melewati keadaan fisiologis normal
(-70mV), disebut juga hiperpolarisasi (bisa mencapai -80mV) (tidak diketahui apakah
hiperpolarisasi dapat terjadi jika depolarisasi tidak terlalu melonjak).
Setelah itu (terkadang, lihat sebelumnya), membran sel akan kembali ke keadaan
fisiologis.
(28/09/2017) yang disebut dengan aksi potensial adalah
gabungan depolarisasi, repolarisasi, hiperpolarisasi, dan ketika potensial
kembali ke keadaan fisiologis (-70mV). Graded potential pencetus aksi potensial
bersifat all-or-none, jika tercapai ambang (-50mV), maka terjadi aksi
potensial. sebaliknya berlaku.
Durasi graded potential berbeda-beda pada sel tereksitasi
(neuron dan otot). Durasi aksi potensial sama pada seluruh sel (neuron dan
otot) sejenis (otot dengan otot dan neuron dengan neuron)di seluruh tubuh. Pada
neuron, aksi potensial lamanya 0.001 sekon (1 milisekon). Pada sel otot, aksi
potensial berbeda-beda tergantung jenis sel otot.
Aksi potensial dikenal dengan beberapa istilah: spike,
firing, dan action potential sendiri.
MARKED CHANGES IN MEMBRANE PERMEABILITY AND ION MOVEMENT
LEAD TO AN ACTION POTENTIAL
Pada aksi potensial, ion yang berperan penting masih Na+ dan
K+ (keduanya juga berperan pada graded potential). Jika pada graded potential
keduanya berlawanan aksinya, maka pada potensial aksi keduanya bekerja secara
sinergis. Jika keduanya terbuka secara bersamaan, maka ion Na+ dan K+ akan
keluar membran dan membuat beda potensial ke arah nol.
Protein gate pada membran (perhatikan bahwa protein
merupakan polipeptida, peptida adalah blok penyusun protein) memunyai banyak
struktur (peptida, seperti yang telah disebutkan) yang bermuatan negatif
(peptida dengan gugus tertentu memiliki kecenderungan negatif atau positif).
Perubahan elektrisitas pada cairan di sekitarnya membuat protein tersebut
berubah strukturnya. Berbeda dengan protein membran lainnya, disebabkan
kecenderungan elektronegatifitasnya, protein gate lebih sensitif terhadap
perbedaan potensial yang terjadi di membran (atau pada ICF dan ECF).
Perubahan
sedikit saja dapat memengaruhi struktur protein tersebut. Hal ini sejalan
dengan kaidah fisiologi “perubahan kecil dapat memengaruhi hal yang besar”
Voltage-gated ion channel milik Na+ memunyai dua gerbang:
gerbang aktivasi dan gerbang inaktivasi (seperti pada jenis protein membran
lainnya yang tidak dituliskan di sini, tetapi tidak dengan K+). Gerbang
inaktivasi terdapat di bagian dalam membran (ICF) dan bentuknya seperti bola.
Meskipun nama kedua gerbang adalah gerbang aktivasi dan inaktivasi, kita tidak
boleh terkecoh karena keduanya memiliki fungsi yang sama: menghalangi masuknya
ion Na+ ke dalam sel. arti dari aktivasi adalah gerbang tersebut dapat
sewaktu-waktu terbuka kembali setelah menutup, begitu pula arti inaktivasi
adalah gerbang tersebut tidak dapat membuka lagi jika telah tertutup (gerbang
tersebut menginaktivasi voltage-gated channel milik Na+). Hal ini berimplikasi
kepada jumlah konformasi voltage-gated ion channel milik Na+. Channel tersebut
memliki tiga konformasi dari dua kemungkinan tertutupnya gerbang: terbuka
keduanya atau tertutup salah satunya (yang memiliki dua konformasi, dijelaskan
sebelumnya tentang aktivasi dan inaktivasi), tidak dijelaskan konformasi ketika
keduanya menutup. Ketiga konformasi tersebut terjadi jika terdapat perubahan
potensial. setelah aksi potensial selesai (fase kembali dari hiperpolarisasi,
baca ACTION POTENTIAL), voltage-gated channel kembali ke konformasi kedua (tertutup tetapi dapat membuka
kembali/teraktivasi/gerbang inaktivasi tidak menutup).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar