VITREORETINA I
ANATOMY
Vitreous merupakan struktur yang berbentuk jel dan memenuhi
cavitas posterior dari bola mata (vitreous juga berguna untuk refraksi, jernih,
dan tidak berwarna). Dari retina, terlihat N.II yang berguna sebagai saraf
eferen penglihatan, bentuknya bundar dan besarnya sekitar 1.5 mm (ganglion
saraf ini keluar dari struktur bernama optic disc yang berwarna oranye dan
merupakan titik buta pada mata). Retina merupakan struktur tempat terdapat
serabut dan ganglion saraf yang berguna untuk merubah sinyal elektromagnetis
menjadi sinyal listrik. Pada retina juga terdapat pembuluh darah yang lurus dan
memiliki rasio antara vena dan arteri sebesar 2/3. Makula lutea adalah struktur
berbentuk budar jika dilihat dari anterior dan berfungsi sebagai titik fokus
mata. Posisi makula sejajar dengan optic disc (makula lutea berada lebih nasal
sedangkan optic disc lebih temporal). Di tengah makula terdapat fovea yang
lebih banyak terdapat sel cone daripada sel rod (hal ini logis mengingat sel
cone lebih sensitif terhadap perbedaan warna tetapi tidak lebih sensitif
terhadap intensitas cahaya dibandingkan sel rod. Pemeriksan reflek fovealis
juga dilakukan untuk melihat kenormalan fovea dan makula lutea).
THE VITREOUS
Vitreous terdiri dari air (sekitar 99% komposisinya
merupakan air), kolagen (kolagen memberikan fleksibilitas kepada struktur), dan
asam hialuronat (merupakan komponen penting untuk kartilago artikuler, asam
hialuronat menyelubungi sel seperti jaket, berfungsi juga untuk lubrikasi).
Dasar dari vitreous ini mempertahankan posisi ora serrata (ora serrata
merupakan struktur berserat yang terdapat di antara retina dan bada siliaris).
Viterous memiliki bagian terluar yaitu vitreous cortex (latin cortex: kulit
terluar).
MACULA LUTEA
(latin macula: titik/spot)Terletak pada visual axis optikus
(axis ini memanjang dari kornea menuju fovea. Fovea merupakan bagian tengah
dari macula lutea. Berbeda dengan axis optikus, disc optik merupakan daerah
yang memanjang dari anterior pole sampai posterior pole (posterior pole
merupakan daerah tengah mata jika dilihat dari lateral, hal ini berarti bahwa
posterior pole terletak lebih posterior dari fovea)). Macula lutea terletak 3
mm lebih temporal dibandingkan dengan papil optik. Fovea merupakan bagian
tengah dari macula lutea (macula lutea merupakan struktur berbentuk cekung yang
memiliki bagian paling depresif).
RETINA HISTOLOGY
Dari profundus ke superfisial, terdapat internal limiting
membrane (merupakan daerah yang aseluler yang memiliki peran penting pada
perkembangan retina awal. Pada orang dewasa, fungsinya belum dapat dimengerti),
retinal nerve fiber layer (lapisan yang dibentuk oleh akson sel ganglion
(urutan sel dari profundus: sel ganglion, sel bipolar, dan sel fotoreseptor),
ketebalannya meningkat pada optic disc), ganglion cell layer (merupakan badan
sel ganglion yang berfungsi menerima informasi dari sel fotoreseptor melalui
dua jalan: sel bipolar dan sel amakrin (perhatikan bahwa fungsi amakrin adalah
menyalurkan informasi dari fotoreseptor ke ganglion)), inner plexiform layer
(merupakan area yang terbuat dari reticulum fibril yang terbuat dari dendrit
sel ganglion dan sel pada inner nuclear layer), inner nuclear layer (yang
terbuat dari badan sel bipolar, sel horizontal, dan sel amakrin (perhatikan
bahwa sel amakrin, bipoar, dan sel horizontal terletak pada satu lapisan yang
membuat dua di antaranya menjadi sel yang meneruskan informasi dari
fotoreseptor ke sel ganglion)), outer plexiform layer (merupakan bagian yang
menjadi gabungan antara ketiga sel sebelumnya degan axon sel fotoreseptor (juga
terdapat dendrit sel horizontal yang bukan menjadi titik perhatian kita). Dari
sini dapat kita simpulkan sebuah penamaan: inner atau outer bergantung pada
kumpulan sel bipolar, daerah superfisial dari sel bipolar dinamakan outer,
sedangkan daerah profundus dinamakan inner, plexiform merupakan daerah
persilangan antara akson dua jenis sel atau lebih, dan nuklear/nukleus
merupakan dendrit/badan sel dari sel bersangkutan), outer nuclear membrane
(merupakan daerah tempat dendrit dan badan sel fotoreseptor yang terdiri dari
sel cone dan rod yang berfungsi menangkap cahaya secara berkebalikan dari
kebanyakan eksitasi pada sel), dan external limiting membrane (merupakan
membran yang membatasi retina dengan daerah di atasnya (superfisial).
Berakhirnya jumlah lapisan membran membuat banyak orang berfikir bahwa external
limiting
membrane membatasi retina dengan lapisan di superfisialnya, tetapi
pada kenyataannya terdapat lapisan lainnya dari retina sebelum lapisan
superfisialnya).
NEUROCONDUCTION OF RETINA
Terdapat tiga neron utama pada retina: fotoreseptor,
bipolar, dan sel ganglion (juga pada retina terdapat sel horizontal dan amakrin
yang terdapat pada bahasan lain di luar neurokonduksi retina). Sel fotoreseptor
terdiri dari sel rod dan cone. Sel rod merupakan scotopic vision (yunani
skotos: kegelapan dan inggris opia dan ic. Ini mengindikasikan bahwa sel ini
sensitif pada sel keadaan minim cahaya. Sel-sel jenis ini tetapi memiliki
ketajaman penglihatan yang kurang baik). Sel cone merupakan photpic vision
(inggris photo: cahaya, merupakan kebalikan dari sel skotopik. Sel ini
menyediakan ketajaman penglihatan yang baik. Hal ini membuat sel cone banyak
terdapat pada macula lutea dan fovea yang merupakan pusat penglihatan yang
terletak di atas axis oculi externa/optic disc axis). Sel bipolar berfungsi
untuk mengoneksikan sel di antara fotoreseptor dan ganglion (melalui mekanisme
on-off. Pada sel jenis ini baru terdapat aksi potensial, sedangkan pada sel
fotoreseptor hanya terdapat graded potential). Sel ganglion berfungsi untuk
mengonduksikan informasi penglihatan ke otak. Terdapat muller cell juga sebagai
sel support untuk sel retina, seperti sel-sel glia pada sel lain.
PHOTORECEPTOR CELLS
Sel rod terdapat kurang lebih 92 juta pada retina dan lebih
tinggi pada bagian perifer retina (sedangkan sel rod lebih banyak pada tengah
mata, terutama bagian macula lutea dan fovea). Sel rod menyediakan scotopic
vision (latin scotos: kegelapan) dan kurang baik ketajamannya. Sel cone
terdapat sekitar 5 juta pada retina dan lebih banyak di sentral. Sel jenis ini
menyediakan penglihatan fotopic yang baik ketajaman dan warnanya.
BLOOD SUPPLY TO THE RETINA
Terdapat dua sumber darah pada retina, yaitu darah dari
arteri sentral yang mencakup 2/3 retina bagian dalam (bagian tempat sel
ganglion dan bipolar) dan pembuluh darah koroid yang mencakup 1/3 retina bagian
luar (terutama sel fotoreseptor(bagian outer layer dari sel bipolar)).
Pembuluh-pembuluh ini juga menyediakan nutrisi bagi fovea yang avaskular.
RETINA BARRIER
Terdapat inner barrier yang merupakan yang membatasi antara
jaringan retina dan darah. Merupakan sel endotel yang saling rapat dan
membatasi transport nutrisi antara retina dan darah (analoginya adalah
blood-brain barrier). Terdapat juga outer barrier yang membatasi antara retina
dengan badan koroid (bagian dari tunika vasikularis). Merupakan zona okludens
antara retinal pigmen epithelium (RPE, bagian berwarna dari retina) dan badan
koroid.
RPE (RETINAL PIGMENT EPITHELIUM)
Merupakan selapis sel kuboid yang heksagonal yang terdapat
di antara membran bruch (merupakan lapisan terdalam dari badan koroid) dan
retina. RPE berkontribusi terhadap beberapa fungsi retina, di antaranya
menyerap cahaya (membran bruch memiliki pigmen berwarna hitam yang dapat
menyerap banyak spektrum cahaya), mempertahankan ruang subretina (ruang di
antara RPE dengan fotoreseptor), memfagositosis segmen terluar dari sel rod dan
cone, membentuk barier antara darah dan jaringan mata, dan memetabolisme
retinol/vitamin A.
SYMPTOMS
Terdapat
beberapa gejala akibat ketidaknormalan fungsi retina, di antaranya gangguan
penglihatan yang letaknya tergantung pada daerah lesi, metamorfosia
(penglihatan seperti terdistorsi), flickering (terdapat kilatan cahaya, seperti
ketika seseorang difoto), makropsia (gambaran objek membesar), dan mikropsia
(merupakan kebalikan dari mikropsia) akibat edema pada retina yang menyebabkan
pengurangan aktivasi sel cone).
CLINICAL
EVALUATION OF MACULAR DISEASES
Terdapat
berbagai gejala yang berkaitan dengan penyakit mata, di antaranya berkurangnya
penglihatan sentral, skotoma yang positif (latin skotos: kegelapan, kegelapan
pada mata), metamorfosia (gambaran terdistorsi), mikropsia, dan makropsia (dua
yang terakhir tidak sering terjadi).
Terdapat
berkurangnya visus yang diikuti oleh tidak berfungsinya pinhole (karena bukan
lensa nilai akomodasi yang terganggu, pinhole tidak memberikan dampak
signifikan). Dapat juga digunakan slit-lamp indirect biomicroscopy dengan lensa
(merupakan teknologi baru dengan menggunakan alat yang biasa digunakan oleh
dokter dengan spesialisasi mata), amsler grid (merupakan gambar dengan banyak
persegi yang digunakan untuk menilai kebaikan mata untuk melihat garis lurus.
Hasil dapat menunjukkan kenormalan maupun distorsi penglihatan. Amsler grid
digunakan untuk screening metamorfosia dan monitoring), tes fotostres (dengan
cara memaparkan pasien dengan cahaya sejauh 3 cm selama 10 detik), reaksi pupil
normal (tes untuk melihat kenormalan diameter pupil ketika dipaparkan cahaya).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar