Kamis, 02 November 2017

Vitreoretina

VITREORETINA I

ANATOMY

Vitreous merupakan struktur yang berbentuk jel dan memenuhi cavitas posterior dari bola mata (vitreous juga berguna untuk refraksi, jernih, dan tidak berwarna). Dari retina, terlihat N.II yang berguna sebagai saraf eferen penglihatan, bentuknya bundar dan besarnya sekitar 1.5 mm (ganglion saraf ini keluar dari struktur bernama optic disc yang berwarna oranye dan merupakan titik buta pada mata). Retina merupakan struktur tempat terdapat serabut dan ganglion saraf yang berguna untuk merubah sinyal elektromagnetis menjadi sinyal listrik. Pada retina juga terdapat pembuluh darah yang lurus dan memiliki rasio antara vena dan arteri sebesar 2/3. Makula lutea adalah struktur berbentuk budar jika dilihat dari anterior dan berfungsi sebagai titik fokus mata. Posisi makula sejajar dengan optic disc (makula lutea berada lebih nasal sedangkan optic disc lebih temporal). Di tengah makula terdapat fovea yang lebih banyak terdapat sel cone daripada sel rod (hal ini logis mengingat sel cone lebih sensitif terhadap perbedaan warna tetapi tidak lebih sensitif terhadap intensitas cahaya dibandingkan sel rod. Pemeriksan reflek fovealis juga dilakukan untuk melihat kenormalan fovea dan makula lutea).

THE VITREOUS

Vitreous terdiri dari air (sekitar 99% komposisinya merupakan air), kolagen (kolagen memberikan fleksibilitas kepada struktur), dan asam hialuronat (merupakan komponen penting untuk kartilago artikuler, asam hialuronat menyelubungi sel seperti jaket, berfungsi juga untuk lubrikasi). Dasar dari vitreous ini mempertahankan posisi ora serrata (ora serrata merupakan struktur berserat yang terdapat di antara retina dan bada siliaris). Viterous memiliki bagian terluar yaitu vitreous cortex (latin cortex: kulit terluar).

MACULA LUTEA

(latin macula: titik/spot)Terletak pada visual axis optikus (axis ini memanjang dari kornea menuju fovea. Fovea merupakan bagian tengah dari macula lutea. Berbeda dengan axis optikus, disc optik merupakan daerah yang memanjang dari anterior pole sampai posterior pole (posterior pole merupakan daerah tengah mata jika dilihat dari lateral, hal ini berarti bahwa posterior pole terletak lebih posterior dari fovea)). Macula lutea terletak 3 mm lebih temporal dibandingkan dengan papil optik. Fovea merupakan bagian tengah dari macula lutea (macula lutea merupakan struktur berbentuk cekung yang memiliki bagian paling depresif).

RETINA HISTOLOGY

Dari profundus ke superfisial, terdapat internal limiting membrane (merupakan daerah yang aseluler yang memiliki peran penting pada perkembangan retina awal. Pada orang dewasa, fungsinya belum dapat dimengerti), retinal nerve fiber layer (lapisan yang dibentuk oleh akson sel ganglion (urutan sel dari profundus: sel ganglion, sel bipolar, dan sel fotoreseptor), ketebalannya meningkat pada optic disc), ganglion cell layer (merupakan badan sel ganglion yang berfungsi menerima informasi dari sel fotoreseptor melalui dua jalan: sel bipolar dan sel amakrin (perhatikan bahwa fungsi amakrin adalah menyalurkan informasi dari fotoreseptor ke ganglion)), inner plexiform layer (merupakan area yang terbuat dari reticulum fibril yang terbuat dari dendrit sel ganglion dan sel pada inner nuclear layer), inner nuclear layer (yang terbuat dari badan sel bipolar, sel horizontal, dan sel amakrin (perhatikan bahwa sel amakrin, bipoar, dan sel horizontal terletak pada satu lapisan yang membuat dua di antaranya menjadi sel yang meneruskan informasi dari fotoreseptor ke sel ganglion)), outer plexiform layer (merupakan bagian yang menjadi gabungan antara ketiga sel sebelumnya degan axon sel fotoreseptor (juga terdapat dendrit sel horizontal yang bukan menjadi titik perhatian kita). Dari sini dapat kita simpulkan sebuah penamaan: inner atau outer bergantung pada kumpulan sel bipolar, daerah superfisial dari sel bipolar dinamakan outer, sedangkan daerah profundus dinamakan inner, plexiform merupakan daerah persilangan antara akson dua jenis sel atau lebih, dan nuklear/nukleus merupakan dendrit/badan sel dari sel bersangkutan), outer nuclear membrane (merupakan daerah tempat dendrit dan badan sel fotoreseptor yang terdiri dari sel cone dan rod yang berfungsi menangkap cahaya secara berkebalikan dari kebanyakan eksitasi pada sel), dan external limiting membrane (merupakan membran yang membatasi retina dengan daerah di atasnya (superfisial). 

Berakhirnya jumlah lapisan membran membuat banyak orang berfikir bahwa external limiting 
membrane membatasi retina dengan lapisan di superfisialnya, tetapi pada kenyataannya terdapat lapisan lainnya dari retina sebelum lapisan superfisialnya).

NEUROCONDUCTION OF RETINA

Terdapat tiga neron utama pada retina: fotoreseptor, bipolar, dan sel ganglion (juga pada retina terdapat sel horizontal dan amakrin yang terdapat pada bahasan lain di luar neurokonduksi retina). Sel fotoreseptor terdiri dari sel rod dan cone. Sel rod merupakan scotopic vision (yunani skotos: kegelapan dan inggris opia dan ic. Ini mengindikasikan bahwa sel ini sensitif pada sel keadaan minim cahaya. Sel-sel jenis ini tetapi memiliki ketajaman penglihatan yang kurang baik). Sel cone merupakan photpic vision (inggris photo: cahaya, merupakan kebalikan dari sel skotopik. Sel ini menyediakan ketajaman penglihatan yang baik. Hal ini membuat sel cone banyak terdapat pada macula lutea dan fovea yang merupakan pusat penglihatan yang terletak di atas axis oculi externa/optic disc axis). Sel bipolar berfungsi untuk mengoneksikan sel di antara fotoreseptor dan ganglion (melalui mekanisme on-off. Pada sel jenis ini baru terdapat aksi potensial, sedangkan pada sel fotoreseptor hanya terdapat graded potential). Sel ganglion berfungsi untuk mengonduksikan informasi penglihatan ke otak. Terdapat muller cell juga sebagai sel support untuk sel retina, seperti sel-sel glia pada sel lain.

PHOTORECEPTOR CELLS

Sel rod terdapat kurang lebih 92 juta pada retina dan lebih tinggi pada bagian perifer retina (sedangkan sel rod lebih banyak pada tengah mata, terutama bagian macula lutea dan fovea). Sel rod menyediakan scotopic vision (latin scotos: kegelapan) dan kurang baik ketajamannya. Sel cone terdapat sekitar 5 juta pada retina dan lebih banyak di sentral. Sel jenis ini menyediakan penglihatan fotopic yang baik ketajaman dan warnanya.

BLOOD SUPPLY TO THE RETINA

Terdapat dua sumber darah pada retina, yaitu darah dari arteri sentral yang mencakup 2/3 retina bagian dalam (bagian tempat sel ganglion dan bipolar) dan pembuluh darah koroid yang mencakup 1/3 retina bagian luar (terutama sel fotoreseptor(bagian outer layer dari sel bipolar)). Pembuluh-pembuluh ini juga menyediakan nutrisi bagi fovea yang avaskular.

RETINA BARRIER

Terdapat inner barrier yang merupakan yang membatasi antara jaringan retina dan darah. Merupakan sel endotel yang saling rapat dan membatasi transport nutrisi antara retina dan darah (analoginya adalah blood-brain barrier). Terdapat juga outer barrier yang membatasi antara retina dengan badan koroid (bagian dari tunika vasikularis). Merupakan zona okludens antara retinal pigmen epithelium (RPE, bagian berwarna dari retina) dan badan koroid.

RPE (RETINAL PIGMENT EPITHELIUM)

Merupakan selapis sel kuboid yang heksagonal yang terdapat di antara membran bruch (merupakan lapisan terdalam dari badan koroid) dan retina. RPE berkontribusi terhadap beberapa fungsi retina, di antaranya menyerap cahaya (membran bruch memiliki pigmen berwarna hitam yang dapat menyerap banyak spektrum cahaya), mempertahankan ruang subretina (ruang di antara RPE dengan fotoreseptor), memfagositosis segmen terluar dari sel rod dan cone, membentuk barier antara darah dan jaringan mata, dan memetabolisme retinol/vitamin A.

SYMPTOMS

Terdapat beberapa gejala akibat ketidaknormalan fungsi retina, di antaranya gangguan penglihatan yang letaknya tergantung pada daerah lesi, metamorfosia (penglihatan seperti terdistorsi), flickering (terdapat kilatan cahaya, seperti ketika seseorang difoto), makropsia (gambaran objek membesar), dan mikropsia (merupakan kebalikan dari mikropsia) akibat edema pada retina yang menyebabkan pengurangan aktivasi sel cone).

CLINICAL EVALUATION OF MACULAR DISEASES

Terdapat berbagai gejala yang berkaitan dengan penyakit mata, di antaranya berkurangnya penglihatan sentral, skotoma yang positif (latin skotos: kegelapan, kegelapan pada mata), metamorfosia (gambaran terdistorsi), mikropsia, dan makropsia (dua yang terakhir tidak sering terjadi).

Terdapat berkurangnya visus yang diikuti oleh tidak berfungsinya pinhole (karena bukan lensa nilai akomodasi yang terganggu, pinhole tidak memberikan dampak signifikan). Dapat juga digunakan slit-lamp indirect biomicroscopy dengan lensa (merupakan teknologi baru dengan menggunakan alat yang biasa digunakan oleh dokter dengan spesialisasi mata), amsler grid (merupakan gambar dengan banyak persegi yang digunakan untuk menilai kebaikan mata untuk melihat garis lurus. Hasil dapat menunjukkan kenormalan maupun distorsi penglihatan. Amsler grid digunakan untuk screening metamorfosia dan monitoring), tes fotostres (dengan cara memaparkan pasien dengan cahaya sejauh 3 cm selama 10 detik), reaksi pupil normal (tes untuk melihat kenormalan diameter pupil ketika dipaparkan cahaya).

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar