GANGGUAN WAHAM
Merupakan gangguan jiwa yang ditandai dengan gejala utama
waham sekunder. Dahulu, gangguan waham disebut paranoia atau gangguan paranoid
(sekarang lebih berkembang, gangguan paranoid hanya termasuk salah satu dari 10
kategori skizofrenia).
SEJARAH
Esquirol mendefiinsikan gangguan waham sebagai gangguan
tanpa disertai defek pada logikanya (aspek kognitif). Kahlbaum mendefinisikannya
sebagai kondisi yang memengaruhi kepandaian seseorang tetapi tidak memengaruhi
fungsi lainnya.
EPIDEMIOLOGI
Kejadiannya relatif jarang (0,3%). Rendahnya angka tersebut
ditengarai karena pasien jarang mencari pengobatan. Insiden setiap tahunnya
adalah satu sampai tiga kasus baru per 100.000 orang, sekitar 4% merupakan
pasien di RSJ. Usia rata-rata pengidap adalah 40 tahun, lebih sedikit pada
wanita, dan lebih banyak pasien yang telah menikah dan bekerja (pada SRRS,
menikah memiliki skor yang cukup tinggi sebagai stres yang dapat memengaruhi
keadaan seseorang menjadi patologis), berkaitan juga dengan imigran (orang yang
melakukan imigrasi dari negara asalnya ke negara lain) dan status ekonomi
rendah.
ETIOLOGI
Penyebab utamanya tidak diketahui dan diperkirakan berkaitan
dengan riwayat keluarga dan
kepribadian (rasa curiga, cemburu, rahasia, dll). Terdapat
faktor biologis dan neurologis yang memengaruhi timbulnya waham. Seperti kondisi
neurologis yang berhubungan dengan sistem limbik dan ganglia basalis (biasanya
menandai waham yang simpel (skizofrenia simplex, gangguan yang ditandai dengan
gejala negatif, seperti kurangnya efek afeksi, emosi, dan asosiasi seseorang)).
Ada juga faktor psikodinamik (yang sering diasosiasikan dengan teori mekanisme
pertahanan (defense mechanism) berupa denial dan projection (denial adalah
kecenderungan untuk menolak kenyataan atau fakta, berupa kejadian menyakitkan. Seseorang
dengan denial tidak mau mengakui adanya hal tersebut. Sedangkan projection
adalah penolakan terhadap kejahatan yang ada dalam diri seseorang dengan
menyalahi orang lain atas sikapnya yang sama dengan sikap orang tersebut. Contohnya
seseorang yang berlaku kasar terus menerus menyalahkan orang lain yang
berperilaku kasar), kedua mekanisme tersebut seringkali terjadi pada orang
dengan kecenderungan homoseksual).
GANGGUAN WAHAM MENETAP KRITERIA DSM-IV-TR
A. Waham yang tidak aneh (waham ini merupakan perasaan
yang mirip dengan kejadian di dunia nyata, seperti merasa akan diracuni,
dikerjar, ditulari virus, atau dikhianati oleh pasangan atau kekasih) selama
sekurangnya satu bulan,
B.
Jika kriteria A tidak ada pada skizofrenia (kecuali
skizofrenia residual yang masih belum tercatat sebagai skizofrenia),
C.
Jika fungsi sosial tidak terganggu (terlepas
dari adanya waham atau tidak)
D.
Jika episode mood telah terjadi secara bersama-sama
dengan waham, maka lama total episode tersebut relatif lebih singkat daripada
lama periode waham
E.
Gangguan bukan karena efek fisiologis langsung
dari suatu zat (contohnya adalah penyalahgunaan obat) atau suatu kondisi medis
umum
MACAM WAHAM
Beberapa macam waham: 1. Tipe erotomanik (ketika seseorang
percaya bahwa seseorang sedang jatuh cinta kepadanya. Biasanya terjadi pada
orang yang terkenal, tetapi bisa juga terhadap orang asing), 2. Tipe grandiose
(biasanya terjadi pada pasien dengan gangguan psikiatris, termasuk pasien pada
keadaan manic pada gangguan bipolar), 3. Tipe somatik (seseorang dengan tipe
ini akan menganggap bahwa dirinya sedang mengalami gangguan medis atau
kekurangan fisik), 4. Campuran (adalah gangguan waham dengan kriteria campuran
dari kriteria lain), dan 5. Tidak tergolongkan (gangguan yang belum ada pada
keempat nomor sebelumnya).
Gangguan waham yang lain berupa sindrom capgras (ketika
seseorang merasa bahwa anggota keluarganya adalah orang lain), fenomena
freggoli (ketika seseorang menganggap bahwa orang-orang asing merupakan orang
yang dikenalnya dan sedang dalam penyamaran), lyencenthopy (waham manusia
serigala di Eropa), heutoscopy (keyakinan bahwa seseorang menjadi ganda), dan sindrom
cotard (ketika seseorang merasa segala sesuatunya hilang, seperti kekuatannya,
keinginannya, juga organ tubuhnya).
GAMBARAN KLINIS
Status mental orang-orang ini biasanya normal kecuali dalam
hal berpikir (waham), afek dan emosinya sesuai dengan wahamnya, dan gangguan
persepsi biasanya tidak menonjol (berupa halusinasi taktil atau olfaktori) dan
timbul berkaitan degnan wahamnay (contohnya seseorang yang merasa akan diracuni
terkadang mencium bau racun)
DIAGNOSIS BANDING
Waham dapat berkaitan dengan kondisi medis yang umum dan
neurlogis: seperti gangguan ganglia basalis (biasanya berakibat pada
parkinson/huntington disease), defisiensi vitamin B12, asam folat, tiamin,
niasin, delirium (gangguan ini muncul karena penyakit, seperti demam dan
intoksikasi), demensia alzeimer (biasanya demensia disebabkan oleh penyakit
otak atau cedera otak), gangguan fungsi
adrenal, thyrooid, paratiroid, epilepsi, CVA, tumor, enselopati, hiperkalsemia,
hipokalsemia, porpiria, uremia yang kesemuanya dapat menyebabkan gangguan yang
menyerupai waham (perhatikan bahwa waham adalah gangguan fungsi psikologis dan
bukan fisiologis, hanya terkadan dilatarbelakangi oleh keadaan fisiologis). Dapat
juga salah diagnosis disebabkan malingering, skizofrenia, gangguan mood, OCD,
gangguan somatoform, gangguan kepribadian paranoid, dan dapat juga dengan
gangguan yang disebabkan oleh obat.
PERJALANAN PENYAKIT
Penyakit ini berkaitan dengan stres psikologis (stres yang
berlebihan atau mekanisme adaptasi yang kurang baik), sering bersifat tiba-tiba
daripada perjalanan yang lambat (seseorang dapat ketakutan dengan sendirinya (tanpa
didasari halusinasi)), tingkat kepandaian penderita rata-rata kurang (menyebabkan
seorang akan terkena gangguan ini terus-menerus), ciri kepribadian yang
ekstrovert (disebabkan karena banyaknya pengaruh eksternal pada orang tersebut),
sensitif (orang yang sensitif cenderung mudah untuk ketakutan terhadap suatu
hal), dan perjalanannya kronis dan stabil (seseorang yang wahamnya tidak
ditangani dengan tepat akan dijangkit penyakit ini dan semakin parah keadaannya
dari waktu ke waktu).
Kurang dari 25% menjadi skizofrenia (beberapa waham menjadi
ciri khas gejala skizofrenia, bahkan merupakan kriteria diagnosis yang kuat
untuk skizofrenia), kurang dari 10% menjadi gangguan afektif (afeksi merupakan
aspek dari kepribadian, gangguan afektif merupakan gangguan yang memengaruhi
mood seseorang), 50% sembuh untuk waktu yang lama, 20% hanya penurunan gejala,
dan 30% tidak mengalami perubahan gejala.
PROGNOSIS
Prognosis akan baik apabila pengidap memunyai pekerjaan (pekerjaan
akan menyingkirkan orang tersebut dari keadaan sendiri dan berwaham dan juga
akan membuatnya terpapar oleh orang lain), punya kegiatan sosial, wanita (kasus
pada wanita lebih sedikit daripada laki-laki, mungkin disebabkan kelainan
struktur neurologis), onset sebelum usia 30 tahun (rata-rata usia waham adalah
40 tahun), onset tiba-tiba (onset yang tiba-tiba mungkin terjadi karena sebab-sebab
tertentu yang akan menurunkan gejala jika penyebab tersebut diturunkan), baru
terjadi (diagnosis dan penanganan yang tepat dapat menjadi penyebab prognosis
yang baik), dan adanya faktor pencetus (disebutkan sebelumnya bahwa faktor
pencetus jika diangkat akan menyebabkan gejala menurun). Pada waham somatik (ketika
seseorang merasa memiliki gangguan medis), waham kejar (merasa dikejar orang),
waham erotik (erotomania, merasa dicintai banyak orang atau orang asing) lebih
baik prognosisnya dari waham kebesaran dan waham curiga.
PENATALAKSANAAN
MRS diperlukan untuk menyingkirkan adanya gangguan organik (gangguan
yang berasal dari faktor fisiologis), jika terdapat resiko bunuh diri dan
kekerasan, dan jika perilaku pasien mengganggu lingkungan keluarganya.
Psikoterapi diberikan untuk menciptakan hubungan terapetik
pasien dengan terapis, lebih baik diberikan secara kelompok daripada
individual, termasuk di dalamnya adalah terapi oleh keluarga (dengan cara
memberika dukungan)
GANGGUAN SKIZOTIPAL
Merupakan perilaku yang eksentrik, pikiran yang aneh, afek
yang menyerupai skizofrenia (mengalami gejala negatif pada aspek afektif dan
emosi), tetapi tidak memenuhi kriteria skizofrenia (kriterianya adalah salah
satu yang menonjol atau dua tidak menonjol dari waham aneh, pikiran aneh, dan
halusinasi auditorik (bedakan antara halusinasi dengan waham, halusinasi adalah
keadaan seseorang merasakan seperti aslinya, sedangkan waham adalah perasaan
yang sangat menjadi-jadi), dan dua yang tidak menonjol di antara halusinasi
menetap satu bulan atau lebih, disertai mengambang tanpa kandungan afektif yang
jelas, gejala negatif (perhatikan bahwa gejala negatif merupakan gejala minor
pada skizofrenia), ide berlebihan, inkoherensi dalam berbicara, dan katatonia).
Gangguan ini seperti gangguan afektif dengan gejala ringan skizofrenia.
Keadaan ini terjadi pada 3% populasi, lebih sering pada
keluarga penderita skizofrenia, berjalan secara kronis dengan intensitas yang
fluktuatif, kadang berkembang menjadi skizofrenia, tidak terdapat onset yang
pasti, dan perkembangan selanjutnya menyerupai gangguan kepribadian, suatu
riwayat skizofrenia pada salah satu anggot keluarga berpengaruh pada adanya
gangguan ini.
Tidak dianjurkan untuk mendiagnosis secara umum karena tidak
terdapatnya batas yang jelas dengan skizofrenia simpleks (skizofrenia dengan
gangguan kemauan), gangguan kepribadian skizoid, dan paranoid. Diperkirakan 10%
penderita melakukan bunuh diri.
DIAGNOSIS GANGGUAN SKIZOTIPAL
Diagnosis ditegakkan bila terdapat tiga atau lebih gejala
khas yang terjadi secara terus menerus atau episodik, dan paling sedikit
terjadi dua tahun: 1. Flattening affect, 2. Perilaku atau penampakan yang aneh,
eksentrik, atau ganjil, 3. Hubungan sosial terganggu dan cenderunga menarik
diri, 4. Kepercayaan yang aneh atau pikiran yang magis, 5. Kecurigaan atau ide
paranoid, 6. Pikiran obsesif yang sering dengan isi yang bersifat dismorfofobik
(kelainan takut dengan tubuh orang lain), seksual, atau agresif, 7. Persepsi yang
tak lazim, termasuk mengenai tubuh atau ilusi-ilusi lainnya, depersonalisasi,
atau derealisasi, 8. Pemikiran yang samar-samar, sirkumstansial, penuh kiasan,
sangat terinci dan ruwet, atau stereotipik, yang bermanifestasi ke dalam
pembicaraan yang aneh tetapi tidak terlihat inkoheren (inkoherensi terjadi pada
skizofrenia), dan sewaktu-waktu ada episode menyerupai keadaan psikotik yang
bersifat sementara dengan ilusi, halusinasi auditoris atau lainnya, dan gagasan
mirip waham, biasanya tanpa provokasi dari luar. Diagnosis baru bisa ditegakkan
setelah tidak didapatkan kriteria skizofrenia.
PENANGANAN PASIEN
1. sikoterapi, pikiran yang aneh dan ganjil pasien
harus ditangani secara hati-hati, dan tidak boleh menertawakan aktivitas yang
aneh dan
2.
Farmakoterapi, dipilih antipsikotik (haloperidol)
untuk gagasan mirip waham dan antidepresan untuk komponen depresifnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar