Minggu, 15 Oktober 2017

Gangguan Waham

GANGGUAN WAHAM

Merupakan gangguan jiwa yang ditandai dengan gejala utama waham sekunder. Dahulu, gangguan waham disebut paranoia atau gangguan paranoid (sekarang lebih berkembang, gangguan paranoid hanya termasuk salah satu dari 10 kategori skizofrenia).

SEJARAH

Esquirol mendefiinsikan gangguan waham sebagai gangguan tanpa disertai defek pada logikanya (aspek kognitif). Kahlbaum mendefinisikannya sebagai kondisi yang memengaruhi kepandaian seseorang tetapi tidak memengaruhi fungsi lainnya.

EPIDEMIOLOGI

Kejadiannya relatif jarang (0,3%). Rendahnya angka tersebut ditengarai karena pasien jarang mencari pengobatan. Insiden setiap tahunnya adalah satu sampai tiga kasus baru per 100.000 orang, sekitar 4% merupakan pasien di RSJ. Usia rata-rata pengidap adalah 40 tahun, lebih sedikit pada wanita, dan lebih banyak pasien yang telah menikah dan bekerja (pada SRRS, menikah memiliki skor yang cukup tinggi sebagai stres yang dapat memengaruhi keadaan seseorang menjadi patologis), berkaitan juga dengan imigran (orang yang melakukan imigrasi dari negara asalnya ke negara lain) dan status ekonomi rendah.

ETIOLOGI

Penyebab utamanya tidak diketahui dan diperkirakan berkaitan dengan riwayat keluarga dan 
kepribadian (rasa curiga, cemburu, rahasia, dll). Terdapat faktor biologis dan neurologis yang memengaruhi timbulnya waham. Seperti kondisi neurologis yang berhubungan dengan sistem limbik dan ganglia basalis (biasanya menandai waham yang simpel (skizofrenia simplex, gangguan yang ditandai dengan gejala negatif, seperti kurangnya efek afeksi, emosi, dan asosiasi seseorang)). Ada juga faktor psikodinamik (yang sering diasosiasikan dengan teori mekanisme pertahanan (defense mechanism) berupa denial dan projection (denial adalah kecenderungan untuk menolak kenyataan atau fakta, berupa kejadian menyakitkan. Seseorang dengan denial tidak mau mengakui adanya hal tersebut. Sedangkan projection adalah penolakan terhadap kejahatan yang ada dalam diri seseorang dengan menyalahi orang lain atas sikapnya yang sama dengan sikap orang tersebut. Contohnya seseorang yang berlaku kasar terus menerus menyalahkan orang lain yang berperilaku kasar), kedua mekanisme tersebut seringkali terjadi pada orang dengan kecenderungan homoseksual).

GANGGUAN WAHAM MENETAP KRITERIA DSM-IV-TR

A.     Waham yang tidak aneh (waham ini merupakan perasaan yang mirip dengan kejadian di dunia nyata, seperti merasa akan diracuni, dikerjar, ditulari virus, atau dikhianati oleh pasangan atau kekasih) selama sekurangnya satu bulan,

B.      Jika kriteria A tidak ada pada skizofrenia (kecuali skizofrenia residual yang masih belum tercatat sebagai skizofrenia),

C.      Jika fungsi sosial tidak terganggu (terlepas dari adanya waham atau tidak)

D.      Jika episode mood telah terjadi secara bersama-sama dengan waham, maka lama total episode tersebut relatif lebih singkat daripada lama periode waham

E.       Gangguan bukan karena efek fisiologis langsung dari suatu zat (contohnya adalah penyalahgunaan obat) atau suatu kondisi medis umum

MACAM WAHAM

Beberapa macam waham: 1. Tipe erotomanik (ketika seseorang percaya bahwa seseorang sedang jatuh cinta kepadanya. Biasanya terjadi pada orang yang terkenal, tetapi bisa juga terhadap orang asing), 2. Tipe grandiose (biasanya terjadi pada pasien dengan gangguan psikiatris, termasuk pasien pada keadaan manic pada gangguan bipolar), 3. Tipe somatik (seseorang dengan tipe ini akan menganggap bahwa dirinya sedang mengalami gangguan medis atau kekurangan fisik), 4. Campuran (adalah gangguan waham dengan kriteria campuran dari kriteria lain), dan 5. Tidak tergolongkan (gangguan yang belum ada pada keempat nomor sebelumnya).

Gangguan waham yang lain berupa sindrom capgras (ketika seseorang merasa bahwa anggota keluarganya adalah orang lain), fenomena freggoli (ketika seseorang menganggap bahwa orang-orang asing merupakan orang yang dikenalnya dan sedang dalam penyamaran), lyencenthopy (waham manusia serigala di Eropa), heutoscopy (keyakinan bahwa seseorang menjadi ganda), dan sindrom cotard (ketika seseorang merasa segala sesuatunya hilang, seperti kekuatannya, keinginannya, juga organ tubuhnya).

GAMBARAN KLINIS

Status mental orang-orang ini biasanya normal kecuali dalam hal berpikir (waham), afek dan emosinya sesuai dengan wahamnya, dan gangguan persepsi biasanya tidak menonjol (berupa halusinasi taktil atau olfaktori) dan timbul berkaitan degnan wahamnay (contohnya seseorang yang merasa akan diracuni terkadang mencium bau racun)

DIAGNOSIS BANDING

Waham dapat berkaitan dengan kondisi medis yang umum dan neurlogis: seperti gangguan ganglia basalis (biasanya berakibat pada parkinson/huntington disease), defisiensi vitamin B12, asam folat, tiamin, niasin, delirium (gangguan ini muncul karena penyakit, seperti demam dan intoksikasi), demensia alzeimer (biasanya demensia disebabkan oleh penyakit otak atau cedera otak),  gangguan fungsi adrenal, thyrooid, paratiroid, epilepsi, CVA, tumor, enselopati, hiperkalsemia, hipokalsemia, porpiria, uremia yang kesemuanya dapat menyebabkan gangguan yang menyerupai waham (perhatikan bahwa waham adalah gangguan fungsi psikologis dan bukan fisiologis, hanya terkadan dilatarbelakangi oleh keadaan fisiologis). Dapat juga salah diagnosis disebabkan malingering, skizofrenia, gangguan mood, OCD, gangguan somatoform, gangguan kepribadian paranoid, dan dapat juga dengan gangguan yang disebabkan oleh obat.

PERJALANAN PENYAKIT

Penyakit ini berkaitan dengan stres psikologis (stres yang berlebihan atau mekanisme adaptasi yang kurang baik), sering bersifat tiba-tiba daripada perjalanan yang lambat (seseorang dapat ketakutan dengan sendirinya (tanpa didasari halusinasi)), tingkat kepandaian penderita rata-rata kurang (menyebabkan seorang akan terkena gangguan ini terus-menerus), ciri kepribadian yang ekstrovert (disebabkan karena banyaknya pengaruh eksternal pada orang tersebut), sensitif (orang yang sensitif cenderung mudah untuk ketakutan terhadap suatu hal), dan perjalanannya kronis dan stabil (seseorang yang wahamnya tidak ditangani dengan tepat akan dijangkit penyakit ini dan semakin parah keadaannya dari waktu ke waktu).

Kurang dari 25% menjadi skizofrenia (beberapa waham menjadi ciri khas gejala skizofrenia, bahkan merupakan kriteria diagnosis yang kuat untuk skizofrenia), kurang dari 10% menjadi gangguan afektif (afeksi merupakan aspek dari kepribadian, gangguan afektif merupakan gangguan yang memengaruhi mood seseorang), 50% sembuh untuk waktu yang lama, 20% hanya penurunan gejala, dan 30% tidak mengalami perubahan gejala.

PROGNOSIS

Prognosis akan baik apabila pengidap memunyai pekerjaan (pekerjaan akan menyingkirkan orang tersebut dari keadaan sendiri dan berwaham dan juga akan membuatnya terpapar oleh orang lain), punya kegiatan sosial, wanita (kasus pada wanita lebih sedikit daripada laki-laki, mungkin disebabkan kelainan struktur neurologis), onset sebelum usia 30 tahun (rata-rata usia waham adalah 40 tahun), onset tiba-tiba (onset yang tiba-tiba mungkin terjadi karena sebab-sebab tertentu yang akan menurunkan gejala jika penyebab tersebut diturunkan), baru terjadi (diagnosis dan penanganan yang tepat dapat menjadi penyebab prognosis yang baik), dan adanya faktor pencetus (disebutkan sebelumnya bahwa faktor pencetus jika diangkat akan menyebabkan gejala menurun). Pada waham somatik (ketika seseorang merasa memiliki gangguan medis), waham kejar (merasa dikejar orang), waham erotik (erotomania, merasa dicintai banyak orang atau orang asing) lebih baik prognosisnya dari waham kebesaran dan waham curiga.

PENATALAKSANAAN

MRS diperlukan untuk menyingkirkan adanya gangguan organik (gangguan yang berasal dari faktor fisiologis), jika terdapat resiko bunuh diri dan kekerasan, dan jika perilaku pasien mengganggu lingkungan keluarganya.

Psikoterapi diberikan untuk menciptakan hubungan terapetik pasien dengan terapis, lebih baik diberikan secara kelompok daripada individual, termasuk di dalamnya adalah terapi oleh keluarga (dengan cara memberika dukungan)

GANGGUAN SKIZOTIPAL

Merupakan perilaku yang eksentrik, pikiran yang aneh, afek yang menyerupai skizofrenia (mengalami gejala negatif pada aspek afektif dan emosi), tetapi tidak memenuhi kriteria skizofrenia (kriterianya adalah salah satu yang menonjol atau dua tidak menonjol dari waham aneh, pikiran aneh, dan halusinasi auditorik (bedakan antara halusinasi dengan waham, halusinasi adalah keadaan seseorang merasakan seperti aslinya, sedangkan waham adalah perasaan yang sangat menjadi-jadi), dan dua yang tidak menonjol di antara halusinasi menetap satu bulan atau lebih, disertai mengambang tanpa kandungan afektif yang jelas, gejala negatif (perhatikan bahwa gejala negatif merupakan gejala minor pada skizofrenia), ide berlebihan, inkoherensi dalam berbicara, dan katatonia). Gangguan ini seperti gangguan afektif dengan gejala ringan skizofrenia.

Keadaan ini terjadi pada 3% populasi, lebih sering pada keluarga penderita skizofrenia, berjalan secara kronis dengan intensitas yang fluktuatif, kadang berkembang menjadi skizofrenia, tidak terdapat onset yang pasti, dan perkembangan selanjutnya menyerupai gangguan kepribadian, suatu riwayat skizofrenia pada salah satu anggot keluarga berpengaruh pada adanya gangguan ini.
Tidak dianjurkan untuk mendiagnosis secara umum karena tidak terdapatnya batas yang jelas dengan skizofrenia simpleks (skizofrenia dengan gangguan kemauan), gangguan kepribadian skizoid, dan paranoid. Diperkirakan 10% penderita melakukan bunuh diri.

DIAGNOSIS GANGGUAN SKIZOTIPAL

Diagnosis ditegakkan bila terdapat tiga atau lebih gejala khas yang terjadi secara terus menerus atau episodik, dan paling sedikit terjadi dua tahun: 1. Flattening affect, 2. Perilaku atau penampakan yang aneh, eksentrik, atau ganjil, 3. Hubungan sosial terganggu dan cenderunga menarik diri, 4. Kepercayaan yang aneh atau pikiran yang magis, 5. Kecurigaan atau ide paranoid, 6. Pikiran obsesif yang sering dengan isi yang bersifat dismorfofobik (kelainan takut dengan tubuh orang lain), seksual, atau agresif, 7. Persepsi yang tak lazim, termasuk mengenai tubuh atau ilusi-ilusi lainnya, depersonalisasi, atau derealisasi, 8. Pemikiran yang samar-samar, sirkumstansial, penuh kiasan, sangat terinci dan ruwet, atau stereotipik, yang bermanifestasi ke dalam pembicaraan yang aneh tetapi tidak terlihat inkoheren (inkoherensi terjadi pada skizofrenia), dan sewaktu-waktu ada episode menyerupai keadaan psikotik yang bersifat sementara dengan ilusi, halusinasi auditoris atau lainnya, dan gagasan mirip waham, biasanya tanpa provokasi dari luar. Diagnosis baru bisa ditegakkan setelah tidak didapatkan kriteria skizofrenia.

PENANGANAN PASIEN

1.      sikoterapi, pikiran yang aneh dan ganjil pasien harus ditangani secara hati-hati, dan tidak boleh menertawakan aktivitas yang aneh dan


2.       Farmakoterapi, dipilih antipsikotik (haloperidol) untuk gagasan mirip waham dan antidepresan untuk komponen depresifnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar