Rabu, 18 Oktober 2017

Central and Peripheral Nervous System

THE NERVOUS SYSTEM (CENTRAL & PERIPHERAL NERVOUS SYSTEM)

ORGANISASI KOMPLEKS SISTEM SARAF

Terdiri dari SSP dan SST. SSP terdiri dari otak dan medula spinalis, sedangnkan SST terdiri dari saraf somatis yang terdiri dari saraf motorik dan saraf sensoris. Saraf motorik terdiri dari saraf somatis dan otonom. Saraf somatis terdiri dari saraf kranialis dan saraf vertebralis, sedangkan saraf otonom terdiri dari saraf simpatis dan parasimpatis.

Menurut fungsinya, sistem saraf dibagi menjadi saraf sensoris yang terdiri atas saraf somatik (yunani soma: tubuh) dan vieral, dan saraf motoris, dan saraf motoris yang terdiri dari somatis dan autonomis.

SUSUNAN SARAF PUSAT

SSP terdiri dari serebrum (terdiri dari dua hemisfer, kanan dan kiri), serebellum, batang otak, dan medulla spinalis.

Perjalanan dasar saraf motoris dan sensoris SSP adalah dari serebrum/serebelum ke batang otak, kemudian ke medulla spinalis. Perjalanan dimulai dari korteks (latin cortex: moncong/bagian terluar dari batang, cabang, maupun ranting), subcorteks (latin sub: di bawah/dekat dengan), mesencephalon (yunani mesos: tengah, en: di dalam, dan kephale: kepala), pons (latin pons: jembatan), medulla oblongata (latin oblongata: yang diperpanjang).

CEREBRUM

Korteks serebri terdir dari lobus frontalis yang berfungsi sebagai kegiatan motor, kognisi, pengontrol emosi, dan keluaran kata, lobus parietalis yang berfungsi sebagai pengatur sensasi dan persepsi spasial terutama pada hemisfer yang nondominan, temporalis yang mengatur ingatan, memori, dan komperhensi pembicaraan pada hemisfer yang dominan, dan oksipitalis yang berfungsi mengatur persepsi visual.

BATANG OTAK & CEREBELUM

Terdiri dari mesensefalon yang berkaitan dengan penglihatan, pendengaran, kontrol motoris, tidur, alarm tubuh, dan regulasi suhu,           pons yang berfungsi sebagai jembatan antara bagian atas dan bawah otak, medulla oblongata yang berfungsi mengatur pernafasan, fungsi pembuluh darah dan hati, pencernaan, bersin, dan menelan (terutama bernafas dan sirkulasi), dan serebelum yang berfungsi sebagai informasi dari sistem sensoris (jika pons merupakan jembatan yang dapat menghubungkan informasi sensoris dan motoris, maka serebelum ini hanya untuk sistem sensoris) dan mengordinasi pergerakan volunter seperti postur, keseimbangan, kordinasi, dan berbicara, kesemuanya berhubungan dengan gerakan otot yang halus dan seimbang.

FUNGSI BATANG OTAK

Pada mesensefalon terdapat N.III yang berfunsi sebagai penggerak otot mata (fungsi mesencephalon salah satunya untuk melihat), di antara mesensefalon dan pons terdapat saraf IV yang berfungsi sebagai penggerak otot orbicularis superior pada mata, pada pons terdapat N.V, VI, VII, VIII yang berfungsi masing-masing untuk sensasi pada wajah dan fungsi motoris, kontrol otot rectus lateralis, otot wajah dan rasa dari 2/3 bagian anterior lidah (di bagian itu terdapat papillae fungiformis dan filiformis), dan pendengaran dan keseimbangan (yang berhubungan dengan organ di telinga), pada medulla oblongata terdapat N.9, 10, dan 11 yang masing-masing berfungsi sebagai pembawa informasi sensoris ke atas dan motoris ke bawah, mengontrol hati, paru, dan saluran pencernaan, dan mengatur otot sternokleidomasteus (otot sebagai pembatas regio leher) dan trapezius (otot leher bagian belakang), pada medulla spinalis, terdapat N.XI (fungsi sudah disebutkan sebelumnya).
Serebelum menerima impuls sensoris (sebagai perasaan getar, gerak, sikap, dan posisi) dan memiliki peran sebagai pengubah impuls motoris (juga mengatur gerakan halus yang volunter, seperti sudah ditulis sebelumnya).  

MEDULLA SPINALIS

Dimulai sebagai kelanjutan medulla oblongata (batang otak terdiri dari mesensefalon, pons, medulla oblongata, dan medulla spinalis) dan berakhir sebagai konus medularis (latin conus: kerucut) setinggi L1-L2. Nervus spinalis keluar dari medulla spinalis (n. Spinalis merupakan lawan dari n. Cranialis yang merupakan SST somatis). Perjalan rangsangan saraf somatis (ke atas) dan motoris (ke bawah) di SSP terjadi pada traktus (latin trahere: mengambil, traktus merupakan kumpulan serabut saraf pada SST dan mempunyai asal yang sama dan tempat berakhir yang sama dalam SST).

TRACTUS PYRAMIDALIS

Dimulai dari area of broadman (merupakan area yang berbeda-beda pada korteks serebri yang dinamai sesuai dengan karakteristik sitoarsitekturalnya. Di dalamnya terdapat sel betz yang merupakan sel berbentuk piramid yang berlokasi di lapisan kelima dari grey matter (grey matter merupakan kumpulan nuclei)) yang terletak di korteks serebri kemudian ke korona radiata (latin corona: mahkota dan radius: berkas, merupakan lapisan white matter (white matter adalah lapisan yang memiliki serabut saraf di otak) yang bersambung ke kapsul internal dan ke belakang sebagai sentrum semioval), setelah itu menuju kapsula interna (kapsula interna dan corona radiata merupakan bagian dari subkorteks serebri), berlanjut ke bagian tengah dari pedunculus serebri (pedunculus sendiri merupakan sebutan dari batang otak yang menyambungkan berbagai struktur di otak, dan terdiri dari baik grey matter maupun white matter) yang terletak di bagian mesensefalon, pes pontis (latin pes: kaki) pada pons, decussatio pyramidum (latin decussatio: persilangan biasa disebut kiasma) pada medulla oblongata (dalam angka, terdapat 70-80% persilangan di kiasma dan 10-30% sisanya tidak bersilang), berlanjut funiculus lateralis (funiculus merupakan bagian dari white matter medulla spinalis (white matter pada medulla spinalis merupakan struktur yang terdiri dari serabut saraf)) pada medulla spinalis, kemudian ke kornu anterior (latin cornu: tanduk, berbeda dengan cornu pada tulang hyioid pada laring. Sama dengan pada laring, struktur ini juga menyerupai tanduk pada medulla spinalis yang terdiri dari gryey matter (seperti white matter pada medulla spinalis, grey matter ini juga kebalikan dari yang berada di otak. Di sini, grey matter terletak di dalam, sementara otak di luar. Kandungannya tetap sama dengan otak, yaitu badan sel)) yang masih berada di medulla spinalis (perhatikan bahwa terdapat gerakan dari superfisial ke profundus pada traktus ini), dan bermuara ke nervus spinalis (merupakan cabang secara struktur dari saraf somatik SST).

PERIPHERAL NERVOUS SYSTEM

Menurut strukturnya, SST terbagi menjadi saraf somatik (yang terdiri dari saraf kranialis dan spinalis) dan otonom (yang terdiri dari saraf simpatis dan parasimpatis). Menurut strukturnya juga dapat dibagi saraf ini kepada saraf somatik aferen (mengarah ke dalam), somatik eferen (mengarah ke luar), viseralis aferen, dan viseralis eferen (disebut juga saraf otonom, seperti yang disebutkan sebelumnya. Ini mengindikasikan bahwa saraf otonom banyak terdapat di organ-organ viseral (dalam)) yang terdiri dari sistem simpatis dan parasimpatis. Masih pada pembagian yang terakhir, SST ini juga terbagi menjadi saraf kranialis dan spinalis menurut asalnya.

PERBEDAAN SARAF SOMATIK DAN VISERAL

Saraf somatik merupakan saraf yang menurut sistem serebrospinalis, sedangkan saraf viseral merupakan saraf yang menurut kepada sistem vegetatif. Saraf somatik menginervasi kulit, lapisan mukosa, tendon, dan otot rangka, sedangkan saraf viseral menginervasi organ viseralis, kelenjar, pembuluh darah, dan otot halus. Sistem somatik bekerja secara sadar, sedangkan sistem viseral secara tidak sadar. Keduanya ada yang kranialis dan spinalis.

N. CRANIALES

Terdiri dari N.I (olfactorius, penciuman), N.II (opticus, penglihatan), N.III (N. Oculomotorius, gerakan bola mata, elevasi palpebra, kontraksi pupil), N. IV (N. Trochlearis, gerakan bola mata ke laterocaudal), N. V1 (ophthalmicus, sensoris dahi), N.V2 (maxillaris, sensoris rahang dan pipi), N.V3 (mandibularis, sensoris rahang bawah dan motoris mengunyah), N. VI (abducens, gerakan bola mata ke lateral, hanya menginervasi otot rectus lateralis), N.VII (facialis, pengecapan dan saliva/lakrima/mimik), N.VIII (vestibulocochlearis, pendengaran, keseimbangan), N.9 (glossopharyngeus, perasa 2/3 lidah anterior dan sekresi), N.10 (vagus, ANS pada usus dan bronkus), N.11 (accessorius, produksi suara dan gerakan kepala/bahu), N.12 (hypoglossus, gerakan lidah, bicara, dan menelan)

ANS (AUTONOMIC NERVOUS SYSTEM)

Nama lain dari ANS adalah visceral efferent motor system (sistem motoris efferent (ke luar) dan visceral (organ dalam)). ANS memiliki fungsi meregulasi organ dalam (seperti nama lainnya) untuk mempertahankan homeostasis dan memiliki karakteristik hanya motorik (bukan sensoris), otot jantung, dan otot polos (untuk organ dalam dan pembuluh darah), dan kelenjar, dan impuls sensoris (meskipun fungsi ANS tidak pada sensoris, tetapi secara struktural neuron ANS dapat menerima impuls sensoris) harus melewati neuron aferen (ke dalam) baik pada organ dalam maupun pada organ somatis (bagian tubuh).

PEMBAGIAN

Organ ANS (perhatikan bahwa ANS tetap berkordinasi secara holistik dengan bagian sistem saraf lainnya pada tubuh meskipun termasuk SST) dibagi menjadi organ ANS sentral yang berasal dari lobus frontalis, sistem limbik, hipofisis, dan hipotalamus yang bekerja sebagai kordinator dan eksekutor dan organ ANS perifer yang dibagi menjadi organ simpatis yang berasal dari truncus (latin truncus: badan) thoracolumbalis (T1-12 dan L1-3) dan organ parasimpatis yang berasal dari truncus craniosacralis (kranium: N.III (oculomotoris), VII (facialis), 9 (glossofaringeus), 10 (vagus) dan S2-4).

ARTERI: CIRCULUS WILLIS

Terdiri dari A. Cerebri anterior, cerebri media, posterior, A. Vertebralis (latin vertere: belok), basilaris,  carotis interna, dan basilaris.

SINUS DURAEMATRIS

Merupakan saluran vena yang dibatasi oleh endotel pada dura mater. Terdiri dari sinus 2 (latin sinus: lengkung), falx cerebri (latin falx: celurit), confluens sinuum (berarti sinus-sinus yang bergabung dalma satu titik), tentorium cerebelli (latin tentorium: tenda), dan falx cerebelli (latin falx: celurit).

LIQUOR CEREBROSPINALIS

Merupakan cairan yang disekresikan oleh pleksus koroideus pada ventrikel otak yang memenuhi cavitas ventrikel dan subaraknoid pada otak dan medulla spinalis. Terdiri dari spatium subarachnoiodalis, ventrikel lateralis (I dan II, kanan dan kiri), tertius (III), dan quartus (IV), aquaductus sylvii, foramen luschka (apertura lateralis (latin apertura: bukaan)), dan foramen magendie (apertura mediana). Pada ventrikel I-IV, dibentuk oleh plexus choroideus.

THE COVERAGE OF THE BRAIN AND SPINAL CORD


Terdiri dari lapisan bertulang yang dibentuk oleh kranium dan vertebra. Bagiannya adalah calvaria yang dilindungi oleh scalp (kulit yang melindungi tengkorak) yang terdiri dari kulit, jaringan ikat, aponeurosis, jaringan ikat longgar) dan disangga oleh basis cranii dan bagian yang bermembran (meninges, latin mening: membran) yang berupa tiga membran (dura mater, arachnoid, dan pia mater) yang mengelilingi cranium dan kanalis vertebralis dan menutup otak dan medula spinalis. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar