Rabu, 18 Oktober 2017

Basic Neurology

BASIC NEUROLOGY

CONTENT

Akan dibahas mengenai organisasi sistem saraf, cara berfikir neurologis, proses patologis pada neurologi, dan investigasi neurologi.

STRUKTUR

Sistem saraf terdiri dari SSP (sistem saraf pusat) dan SST (sistem saraf perifer/tepi). SSP terdiri dari otak dan medula spinalis (medula spinalis merupakan bagian yang mengonduksi impuls sensoris dan motorik dari dan ke otak. Bagian ini menjalar dari dasar otak ke bagian atas lumbar melalui kanal vertebralis), dan SST terbagi menjadi saraf somatis yang terdiri dari saraf spinalis (merupakan saraf campuran yang membawa impuls motoris antara spinal kord dan tubuh, terdiri dari 31 saraf yang menjalar dari kanal vertebralis) dan kranialis (saraf yang menjalar langsung dari otak, terdiri dari 12 pasang saraf) dan saraf otonom yang tediri dari sistem parasimpatis (rest and digest) dan sistem simpatis (fight or flight).

UMN (upper motor neuron) vs LMN (lower motor neuron)

UMN merupakan saraf yang dimulai dari motor cortex pada otak dan berakhir di medula (bagian lain dari otak) atau spinal cord. Kelainan pada otak dapat berakibat pada spastisitas dan refleks yang berlebihan, sedangkan LMN merupakan neuron motoris yang berlokasi pada anterior grey column, anterior nerve roots (disebut juga LMN spinalis) atau nukleus (badan saraf pada SSP) dari saraf kranialis pada batang otak, dan saraf kranialis yang memiliki fungsi motoris (LMN kranialis). UMN merupakan saraf motoris dari korteks serebri maupun pada batang otak dan membawa informasi motoris yang disalurkan melalui LMN

ORGANIZATION OF THE NERVOUS SYSTEM

Sistem saraf sangat kompleks dan memiliki berbagai level bagi sebagian teoriawan. Level ini yang kemudian akan berguna bagi klasifikasi masalah klinis.

TERMINOLOGY

Berbagain terminologi pada sistem saraf: ensefalopati (ketidaknormalan pada otak dan dapat diperjelas oleh fokal, difus, metabolis atau toksik), myelopati (ketidaknormalan pada spinal cord), radiculopati (ketidaknormalan pada sebuah akar saraf), poliradikulopati (banyak akar saraf), pleksopati (ketidaknormalan pada pleksus (pleksus adalah jaringan saraf atau pembuluh darah pada tubuh)), polineuropati/neuropati (ketidaknormalan pada banyak saraf), nomoneuropati (ketidaknormalan pada salah satu saraf yang sudah diberi nama), dan miopati (ketidaknormalan pada otot), dan meningitis (inflamasi pada meningen)
SSP

Terdiri dari hemisfer serebral (yunani hemi: setengah dan sphaira: lingkaran, merupakan setengah bagian otak jika dibagi dengan bidan sagitalis dan dinamai dengan bagiannya di kranium (misal frontal terletak di dekat tulang frontal, temporal pada bagian temporal kranial, dan sebagainya)), ganglia basalis (yunani ganglion: tumor dekat tendon, merupakan kelompok dari nuklei subkortikal (nuklei adalah jamak dari nukleus, merupakan badan sel saraf pada SSP), dan berlokasi pada dasar otak frontalis), serebelum (otak kecil), batang otak, dan spinal cord

THE CEREBRAL HEMPISPHERES

(Hemisfer serebralis merupakan otak besar jika dibagi dua oleh bidang sagitalis) terdiri dari bagian frontal yang mengontrol kegiatan motorik dengan cara bersebrangan (hemisfer kiri mengatur kanan dan sebaliknya), kognisi (kemampuan untuk mengenal seseorang atau benda), kontrol emosi, dan keluaran kata (pada hemisfer dominan), temporal yang mengatur ingatan, memori, dan komprehensi dari pembicaraan pada hemisfer yang dominan, parietal yang mengatur sensasi dan persepsi spasial, terutama pada hemisfer nondominan, dan oksipital yang berfungsi untuk mengatur persepsi visual . Yang dimaksud dengan dominan di sini adalah salah satu hemisfer (kiri atau kanan) lebih dominan daripada bagian lainnya.

BRAIN STEM

Memiliki formasi reticular (latin reticulum: jaring, merupakan kelompok nukleus yang saling berhubungan yang terletak sepanjang batang otak) yang mempertahankan kesadaran, nervus kranialis, traktus (bagian yang terdiri dari serat saraf pada tubuh) motoris yang mengarah ke bawah (traktus motoris berasal dari otak menuju ke SSP), dan traktus sensoris yang mengarah ke atas.

 Dari batang otak ini menjalar nuklei beberapa saraf kranialis (bagian dari SST yang menjalar langsung dari kranial). Di antaranya N.III dan IV dari otak tengah, N.VI dan VII dari pons (latin pons: jembatan), dan N.XII dari medula.

SST (sistem saraf tepi/perifer)

Terdiri dari akar saraf, pleksus brakilalis (latin bracchium: lengan), radiks (latin: akar), dan lumbosacralis (latin: lumbus (bagian tubuh dari rusuk terbawah dan tulang pinggul) dan sacer: suci), dan saraf perifer. Pleksus brakhialis bercabang menjadi N. Radialis, medialis, dan ulnaris (sesuai letak anatominya), radiks bercabang menjadi pleksus saraf perifer yang terdiri dari saraf motoris, sensoris, dan otonom. Pleksus lumbosacralis bercabang menjadi N. Femoralis, ischiadicus, dan pudendus.

AUTONOMIC NERVOUS SYSTEM

Terdiri dari sistem saraf simpatis yang berasal dari segmen T1 sampai L2 dan parasimpatis yang menjalar dari batang otak (yang memiliki hubungan dengan nervus kranialis 3. 7, dan 9 (okulomotoris, fasialis, dan glossofaringealis)) dan segmen spinalis S2-4



Tidak ada komentar:

Posting Komentar