GLAUCOMA
GLAUCOMA DEFINITION
merupakan cedera pada kepala saraf penglihatan (kepala saraf (optic head) biasa disebut sebagai optic disc dari N. opticus) yang ditandai dengan berlubangnya optic disc dan kehilangan lapang pandang. biasanya penyebabnya merupakan kenaikan tekanan intraokuler (intraocular pressure, IOP).
INTRAOCULAR PRESSURE (IOP)
normalnya, tekanan intraokuler adalah 11-21 mmHg. faktor yang dapat mempertahankan atau mengubah IOP adalah kecepatan produksi aqueous humour oleh badan silier dan resistensi drainase aqueous humour (terdapat dua jalan drainase aquoeus humour, yaitu trabecular outflow (melalui trabekula pada limbus (daerah perbatasan antara kornea dengan badan sklera pada tunika fibrosa)) dan uveoscleral network melalui anterior chamber).
ANGLE VISUALIZATION
goniscopy biasa digunakan untuk melihat struktur bagian anterior mata
IOP MEASUREMENT
dapat menggunakan tangan (yang membandingkan mata kanan dan kiri dengan menggunakan jari) dan dengan alat digital (dapat menggunakan schiotz indentation tonometer dan applanation tonometer, lebih akurat dibandingkan schiotz, keduanya dalam skala mmHg).
PRESSURE DAMAGE ON THE EYE
peningkatan iop dapat ditandai dengan tertekannya optic disc yang akan mengubah bentuknya.
VISUAL TRANSMISSION AFFECTED IN GLAUCOMA
(ingat kembali pelajaran tentang jaras informasi penglihatan. jaras dimulai oleh penerimaan cahaya dan akomodasi oleh lensa mata dan kornea, dilanjutkan dengan penggantian sinyal elektromagnetik menuju sinyal listrik oleh fotoreseptor. jalan sinyal berlanjut bagian retinal (bagian pada membran sel yang berfungsi untuk menghiperpolarisasi saraf mata melalui cAMP yang menyebabkan tertutupnya kanal Na pada sel fotoreseptor), berlanjut ke optic disc, optic nerve dan otak)
EXCAVATED OPTIC NERVE HEAD (PAPIL N. OPTICUS)/ OPTIC DISC
ditandai dengan pembesaran rasio cup/disk (c/d, merupakan rasio antara bagian yang terang pada optic dics dengan yang lebih redup (disc) yang memiliki nilai setengah), nasalisasi (merupakan masuknya darah dari retina ke hidung), terlihatnya lamina cribrosa (latin cribrosa: cincin, merupakan bagian yang dipenetrasi oleh saraf dan pembuluh darah pada mata), dan vessel bayoneting (bayoneting merupakan bentuk seperti huruf z, merupakan pedang yang terdapat pada senapan jika dilihat dari samping).
VISUAL FIELD
pada glaucoma dapat terbentuk penglihatan seperti berbukit. lapang pandang paling sensitif tetap terdapat pada fovea (daerah di antara macula lutea yang terdapat banyak sel cone), tetapi terdapat pengurangan sensitivitas (sensitivitas merupakan ketajaman yang dihasilkan oleh sel cone) pada periferal (yang dapat menyebabkan kehitaman pada pandangan), dapat diukur dengan tes konfrontasi (yang hanya berupa estimasi. confrontation test dilakukan dengan menggerakkan jari pemeriksa dari arah yang jauh secara melintang dan membujur. keduanya, baik pemeriksa maupun pasien, menutup mata yang terdapat pada bidang yang sama. pasien diminta untuk menghentikan pemeriksa jika telah melihat jari pemeriksa. hal ini dilakukan untuk mengetahui lapang pandang pasien).
KLASIFIKASI GLAUKOMA
GLAUKOMA PRIMER
terdapat tipe open angle (keadaan sudut pada mata tempat drainase trabelcularis berada tidak tertutup tetapi terjadi peningkatan IOP) dan angle closure (penyumbatan yang bersifat akut atau kronis)
SECONDARY GLAUCOMA
terapat beberapa jenis, di antaranya lens induced (merupakan glaukoma yang berhubungan dengan gangguan pada kapsul lensa dan adanya fragmen lensa pada anterior chamber), inflamatory/uveitis induced (merupakan glaucoma yang berhubungan dengan adanya gejala uveitis), trauma (yang dapat berupa hifema (terdapatnya darah pada anterior chamber) dan angle recess (kejadian pada otot silier yang menyebabkan terjadi kemunduran posisi otot)), corticosteroid induced, glaucoma nevaskuler (yang disebabkan oleh pertumbuhan pembuluh darah pada daerah daerah iris (NVI), angle (daerah sudut pada antara iris dan kornea, NVA) kedua kejadian itu biasanya disebabkan oleh iskemi (kurangnya suplai darah ke jaringan atau organ tertentu)), pseudoexfoliation glaucoma (merupakan kejadian sistemik yang membuat substansi berprotein diproduksi pada kadar yang tinggi pada jaringan mata), dan pigmentary glaucoma (penyakit keturunan yang menyebabkan pigmen iris pindah ke aqueous humour dan menyebabkan penyumbatan drainase cairan tersebut, sehingga menyebabkan kenaikan IOP).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar