GANGGUAN PENGENDALIAN IMPULS
INTERMITTENT EXPOLOSIVE DISORDER
merupakan ketidakmampuan menahan impuls untuk melakukan kekerasan (cenderung melakukan kekerasan) yang disebabkan oleh kenaikan testosteron, penggunaan napza di masa kanak-kanak, trauma kepala dan gangguan otak lain, tumbuh dalam keluarga yang tidak stabil (yang disertai oleh kesalahan adaptasi), ketiadaan role model pada masa awal kehidupan, low self-esteem (kepercayadirian), insecurity (perasaan tidak aman).
gejala berlangsung 10-20 menit, episode berulang yang tidak dapat diprediksi, tidak ada tanda agresi antarepisode, menyebabkan kerusakan propery ataj injury pada orang lain, irritable, increased anger, rage (temperamen), tingling (perasaan tersengat atau terpancing emosinya), ches tightness, dan increase headache. terapi untuk penyakit ini adalah terapi kelompok (terapi berkelompok yang di dalamnya pasien-pasien saling mendiskusikan masalahnya), cognitive behaviour therapy (yang di dalamnya pasien mengungkapkan pemikiran negatifnya terhadap dirinya sendiri (dalam kasus ini sifat pemarahnya)), dan farmakoterapi (untuk mencegah gejala timbul kembali. di antaranya adalah antidepresan, antikonvulsan (untuk mencegah gejala kemarahan pasien), antiansietas,dan mood stabilizers)
KLEPTOMANIA
merupakan ketidakmampuan seseorang untuk menahan impuls untuk mencuri sesuatu, walaupun barang itu tidak menguntungkan (berbeda dengan pencuri, biasanya pengidap kleptomania akan menyesal setelah melakukan tindakannya. pencurian merupakan tindakan kriminal). penyebab dari gangguan ini adalah keturunan, depresi, OCD (obsesive compulsive disorder, keadaan seseorang memiliki pikiran yang berulang-ulang), biasanya terdapat pada perempuan, dan dapat dipicu oleh stres berlebihan.
pada kleptomania, dapat ditemukan gejala dorongan untuk mencuri, didahului dengan ketegangan, merasakan kesenangan ketika mencuri, dan diikuti oleh rasa malu dan rasa bersalah (dijelaskan sebelumnya), cemas, tak nyaman, spontanitas, dan dapat dipicu oleh stresor. terapi yang biasanya didapatkan pasien adalah terapi kelompok (dijelaskan sebelumnya), cognitive behavioral theray (dijelaskan sebelumya), terapi aversif (merupakan bentuk terapi behavioral yang di dalamnya pasien dipaparkan oleh sesuatu yang tidak disukainya untuk menghilangkan rasa ketidaksenangan), dan farmakoterapi (antidepresan, antikonvulsan, antiansietas, dan mood stabilizers)
PATHOLOGICAL GAMBLING
merupakan keinginan berjudi yang tidak tertahankan sehingga dapat merusak kehidupan sosial pasien. penyebabnya dapat berupa kondisi yang sangat kompetitif (yang dialami pasien), masalah dengan serotonin, dopamin, dan norepinefrin, meyakini bahwa mereka dapat mengendalikan situasi, komponen genetik, dan jenis kelamin laki-laki.
gejala akan memburuk pada saat stres, disebabkan oleh kemungkinan mendapatkan uang dengan berjudi, kesenangan, gangguan sosial dengan keluarga/pekerjaan, dan meminjam/mencuri/menipu/berbohong.
terapi untuk gangguan ini adalah terapi kelompok, cognitive behavour therapy, terapi aversif, dan farmakoterapi (antidepresan, antikonvulsan, antiansietas, dan mood stabilizers. perhatikan bahwa farmakoterapi sama pada banyak kasus. hal ini disebabkan oleh dasar pemilihan terapi tersebut yang berawal dari gejala yang dialami pasien. hal ini disebabkan juga oleh gejala pasien yang disebabkan oleh gejala positif).
PYROMANIA
merupakan impuls yang tak tertahankan untuk menyalakan api tanpa tujuan. penyebabnya dapat berupa perasaan tertekan, keinginan mencari perhatian pada saat bersamaan, perasaan jarang diacuhkan, dapat dipicu oleh stres, buruknya skil sosia., dan relasi yang buruk. gejala yang terjadi dapat dilihat dengan seringnya menyalakan api tanpa tujuan, suka melihat api, ketegangan atau excitmen, dan rasa tenang saat menyalakan api.
pengobatan yang sering didapatkan pasien berupa obat (SSRI, serotonin selective receptor inhibitor, merupakan antidepresan yang bekerja laten dan paling sering digunakan) dan modifikasi perilaku (persepsi obat tidak melibatkan antigejala positif karena tidak terdapat gejala tersebut pada gangguan ini).
TRICHOTILLOMANIA
dapat dilihat dari bagian tubuh yang botak (normalnya berambut, seperti kepala, alis, bulu mata, dll), kebiasaan mengunya/memakan/bermain dengan rambut yang dicabut, menggosok-gosokkan rambut yang dicabuti ke bibir atau wajahnya, pemakaian alat pencabut rambut (terkadang), dan bisa sengaja atau tak sengaja.
terapi yang biasa digunakan berupa farmakoterapi (antidepresan, jika terjadi depresi), psikoterapi (CBT dan acceptance and commitment therapy (ACT), terapi yang menggabungkan konsep acceptance (penerimaan diri pasien terhadap kejadian yang terjadi) dan mindfulness (perhatian yang terpusat kepada hal yang sedang terjadi))
RAPUNZEL SYNDROME
kelainan memanjangkan rambut..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar